LENSAINDONESIA.COM: Terkait kasus intimidasi dan penganiayaan terhadap Nurhadi, jurnalis Tempo kini mendapat dukungan Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban atau LPSK yang datang ke Surabaya untuk memberikan perlindungan.

Tim LPSK tiba di Surabaya dipimpin oleh Wakil Ketua Edwin Partogi Pasaribu, Selasa (30/3/2021) malam hari bertemu langsung dengan Nurhadi didampingi sejumlah kuasa hukumnya di kantor KontraS Surabaya.

Suasana pertemuan antara Nurhadi, jurnalis Tempo Surabaya dengan LPSK (Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban) di kantor KontraS Surabaya, Selasa (30/03/2021). Kk

“Hari ini, Selasa (30/3/2021) kami putuskan untuk proaktif, kendati belum ada permohonan tapi sudah datang untuk bertemu saksi dan korban, berikut mendalami peristiwanya. Selain menggali kronologinya dari saudara Nurhadi, kami juga menggali informasi seputar proses hukum yang sudah berlangsung,” tandas Edwin saat dikonfirmasi Lensaindonesia.com.

Ia menambahkan, dari pertemuan tersebut, Nurhadi sudah menyetujui untuk pengajuan permohonan perlindungan kepada LPSK.

“Sebagaimana yang ada, perlindungan itu sifatnya sukarela, jadi LPSK tidak bisa memberikan perlindungan begitu saja pada saksi dan korban tanpa ada permohonan, tanpa ada kesediaan dari korbannya untuk diminta dilindungi,” tandas Edwin.

Usai Nurhadi mengajukan permohonan perlindungan kepada LPSK, lalu lembaga tersebut bakal menelaah dan menginvestigasi serta berkoordinasi dengan Polda Jawa Timur. LPSK berencana bertemu Kapolda Jawa Timur, hari ini, Rabu (31/3/2021) untuk mengonfirmasi proses hukum yang sedang berlangsung.

Edwin juga kembali menegaskan, bahwa perlindungan tidak hanya akan diberikan kepada Nurhadi saja, tetapi juga kepada saksi mata.

“Bila memang ada saksi lain yang membutuhkan perlindungan, silahkan ajukan permohonan dan kami akan mendalami permohonan tersebut. Prinsipnya, kami terbuka untuk siapa saja dalam sebuah peristiwa yang membutuhkan perlindungan,” tegas Edwin.

Perlindungan yang akan diberikan LPSK yakni mempelajari situasi yang berkembang dahulu. Jika diperlukan, korban ditempatkan di safe house atau rumah aman.

“Safe house itu sudah masuk perlindungan paling tinggi. Terlindung sudah tidak bisa lagi keluar rumah demi menjaga keselamatan jiwanya. Namun, untuk kasus ini kami masih akan mendalami dan hasil investigasi kami akan kami bawa ke sidang pimpinan LPSK untuk diputuskan atau ditolak permohonannya,” beber Edwin.

Sementara itu, Kadiv Advokasi Aliansi Anti Kekerasan Terhadap Jurnalis, Fatkhul Khoir juga mengapresiasi kedatangan LPSK dan berharap agar LPSK mampu memberikan perlindungan kepada Nurhadi.

“Kami sangat mengapresiasi kedatangan LPSK dan berharap mereka turun tangan untuk memberikan perlindungan yang diperlukan bagi korban kekerasan ini,” imbuh Fatkhul Khoir.@Eld-Licom