LENSAINDONESIA.COM: Universitas Airlangga di Surabaya berperan menjadi pihak pertama yang mengingatkan semua orang terkait bahaya virus Covid-19 yang berawal dari Wuhan.

Para ilmuwan di Unair mencanangkan kewaspadaan. Untuk itu, Unair mengutus perwakilannya ke Jepang untuk mengambil sampel virus tersebut.
Dari sana, Unair mampu menyiapkan reagen untuk mendeteksi virus tersebut sekaligus melakukan penelitian lebih lanjut.

Petinggi kampus tersebut juga mengeluarkan kebijakan untuk sejak awal menjadikan Rumah Sakit Universitas Airlangga sebagai lokasi pemeriksaan terhadap warga yang dicurigai terpapar Covid-19.

Ini jadi langkah berani saat belum siapnya sistem antisipasi dan penanggulangan pandemi oleh pemerintah.

“Unair sejak awal telah menempatkan RS Universitas Airlangga sebagai RS rujukan penanganan pasien Covid-19, bahkan pasien yang datang sempat melampaui kapasitas,” ujar Pemimpin Redaksi Beritajatim.com Dwi Eko Lokononto saat dikonfirmasi, Rabu (31/03/2021).

Dalam hal riset, lanjutnya, para ilmuwan Unair menjadi salah satu lembaga pendidikan yang terbuka menyimpulkan Covid-19 terus bermutasi. Para ilmuwan Unair mengingatkan perlunya skenario cadangan yang tidak berfokus pada vaksin, namun mengembangkan penelitian ke arah pembuatan obat.

“Itulah kenapa, dalam perayaan Hari Ulang Tahun ke-15 beritajatim.com ini, kami ingin memberikan penghargaan kepada Unair sebagai peniup peluit pertama dan pihak pertama kali menabrak tembok untuk membangun kesadaran publik terhadap bahaya virus corona yang terbukti menjadi pandemi,” tandas Lokononto.

Keberanian Unair dalam melangkah ini juga membangun kesadaran pada pemerintah daerah agar lebih serius menyiapkan rumah sakit rujukan. Ini bukan langkah mudah, karena Unair mendapat berbagai tekanan yang luar biasa besar dari eksternal dan internal.

“Patut dipuji, Unair terus berupaya memberi kontribusi terbaik lewat penelitian dan pengembangan serta pengabdian masyarakat yang sangat penting dalam meningkatkan daya tahan bagi masyarakat untuk tetap bisa bangkit di tengah pandemic Covid-19,” kata Lokononto.

Ia berharap penghargaan untuk Universitas Airlangga ini mampu menjadi penyemangat bagi dunia pendidikan untuk terus mengambil inisiatif dan mencari terobosan untuk mengatasi problem-problem nyata yang dihadapi masyarakat, bangsa, dan negara.

“Ini juga menjadi penyemangat bagi dunia pendidikan untuk mengembangkan penelitian dan pengembangan keilmuan, sekaligus penyemangat bagi perguruan tinggi untuk meningkatkan kualitas pengabdian masyarakat,” imbuhnya.

Menurutnya, halini juga untuk mengingatkan semua pemangku kepentingan agar memberi dukungan pada upaya-upaya meningkatkan kemandirian dan kesigapan saat menghadapi risiko mutase Covid-19 ataupun pandemi akibat penyakit lainnya.

“Peran serta para pakar epidemiologi Unair yang terus mengawal kebijakan pemerintah sebagai langkah pencegahan yang berskala besar pada masyarakat luas, seperti PPKM, kebijakan sekolah daring, dan sebagainya juga patut diapresiasi setinggi-tingginya,” pungkas Lokononto.@Rel-Licom

 

#satgascovid19
#ingatpesanibu
#ingatpesanibupakaimasker
#ingatpesanibujagajarak
#ingatpesanibucucitangan
#pakaimasker
#jagajarak
#jagajarakhindarikerumunan
#cucitangan
#cucitangandengansabun