LENSAINDONESIA.COM: Badan Pertanahan Nasional (BPN) menyerahkan 14 seripikat tanah aset milik Pemerintah Kota Blitar.

Sertipikat tersebut diserakan langsung oleh Kepala BPN Kota Blitar Sukidi kepada Wali Kota Blitar Santoso, Rabu (31/03/2021).

Santoso menyampaikan, bahwa saat ini Pemkot Blitar mewujudkan tata kelola pemerintahan yang baik dengan berupaya merapikan data aset yang dimiliki dengan menginventarisir dan mengajukan sertifikasi ke BPN. Hal ini agar aset-aset milik Pemkot Blitar tidak disalahgunakan pihak-pihak yang tidak bertanggungjawab.

Santoso mengakui bahwa saat ini banyak aset tanah Pemkot Blitar yang belum memiliki sertipikat.

“Hari ini penyerahan sertifikat tanah milik Pemkot Blitar. Jadi beberapa aset milik perintah sejumlah 48 titik, maka dari itu pemerintah daerah dalam hal ini bagian aset bekerjasama dengan Badan Pertanahan Nasional (BPN) saat ini berhasil menyelesaikan permasalahan hak kepemilikan aset berupa sertifikat tanah sebanyak 14 titik. Dan yang masih dalam proses ada 36 titik,” ungkapnya di ruang kerja wali kota.

Karena itu, mantan Sekretaris Daerah Pemerintah Kota Blitar ini mengintruksikan kepada jajarannya mendata aset tanah yang belum bersertipikat.

“Saya perintahkan untuk camat dan pihak terkait mendata lagi titik-titik mana yang mungkin belum terakomodir, segera di data dan diproses sertipikatnya. Aset Pemkot bisa terus bertambah seiring dengan pembangunan perumahan. Di situ ada kewajiban pengembang untuk penyediaan fasilias umum.” paparnya.

Disebutkan Santoso, sampai saat imi Pemkot memiliki 578 titik aset tanah, dan saat ini masih ada 36 titik yang sertifikasinya belum selesai.@ADV/sams