LENSAINDONESIA.COM: Jembatan Patihan di Kota Madiun ambrol (putus) diterjang arus deras aliran sungai anak Bengawan Solo tersebut, Kamis (01/04/2021) malam. Sebelumnya dua dari enam pilar jembatan ini sudah mengalami ambles sekitar 20 cm, sehingga ditutup untuk dilewati oleh warga.

Mendengar kabar putusnya jembatan tersebut, Wali Kota Madiun Maidi bersama aparat setempat segera datang ke lokasi dan memantau memantau kondisi jembatan yang dibangun pada jaman Belanda itu.

Orang nomor satu di Kota Madiun ini menjelaskan bahwa sebenarnya Pemerintah Kota telah menyiapkan Detail Engineering Design (DED) guna melakukan renovasi Jembatan Patihan. Namun, rencana membangun kembali jembatan tersebut terganjal oleh kewenangan.

“Sudah kita (Pemkot) anggarkan sebenarnya, kalau kewenangan diserahkan kepada kita akan kita eksekusi,” tegasnya.

Maidi juga menjelaskan bahwa peristiwa ini akan secepatnya dilaporkan kepada Gubernur Jawa Timur dan Kementerian PUPR untuk mendapatkan solusinya.

Mantan Sekretaris Daerah Kota Madiun tersebut juga menginstruksikan untuk menutup total akses jembatan, karena sangat berbahaya bagi masyarakat.

“Orang lewat kita tutup, nanti lewat Jembatan Prambanan.” tuturnya. “Ini memang agak terganggu, karena jalan pintasnya putus,” tambahnya.

Ambrolnya jembatan yang menghubungkan antara Kelurahan Patihan dan Kelurahan Sogaten, Kecamatan Manguharjo ini membuat akses jalan dialihkan melalui Jembatan Prambanan untuk sementara waktu.

Jembatan Patihan dibangun pada jaman Belanda. Pada awalnya, jembatan ini berfungsi sebagai jembatan pengangkut lori tebu milik Pabrik Gula (PG) Rejoagung. Namun kemudian, jembatan Patihan juga dimanfaatkan warga sebagai jalan umum. @Limad