LENSAINDONESIA.COM: Pemerintah berusaha terus mematangkan pengembangan pengadaan vaksin Merah Putih untuk memenuhi kebutuhan vaksinasi dalam negeri.

Sejalan hal tersebut, juga diharapkan dapat mengurangi ketergantungan vaksin dari luar negeri. Upaya pemerintah dalam memastikan keberadaan vaksin tersebut sebagai upaya melindungi masyarakat Indonesia dan ingin segera keluar dari kondisi pandemi hingga saat ini.

Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19, Prof Wiku Adisasmito mengatakan, bahwa pengembangan vaksin Merah Putih diharapkan menjadi jawaban atas persoalan pandemi yang dihadapi hingga sampai saat ini.

Indonesia, kata Wiku, telah belajar dari perkembangan atau situasi program vaksinasi di India yang langsung melakukan embargo terhadap pengiriman vaksin AstraZeneca akibat lonjakan kasus Covid-19.

Namun, pemerintah tetap meminta masyarakat agar tidak khawatir, lantaran jumlah vaksin hingga saat ini masih mencukupi.

“Pada prinsipnya, embargo vaksin AstraZeneca ini semakin menegaskan pentingnya kemandirian bangsa dalam memproduksi vaksin untuk mengurangi ketergantungan terhadap vaksin yang berasal dari luar Indonesia,” ujar Wiku dikutip dari keterangan resminya, Jumat (2/4/2021).

Dia menjelaskan, Indonesia telah memiliki berbagai alternatif platform dalam mengembangkan vaksin Covid-19 secara mandiri. Indonesia diakuinya memiliki keleluasaan untuk memilih platform yang tepat dan sesuai untuk mengurangi kebutuhan terhadap vaksin impor ke depan.

“Diharapkan produksi Vaksin Merah Putih dapat dilakukan pada awal tahun 2022,” pungkas Wiku.@licom

 

#satgascovid19
#ingatpesanibu
#ingatpesanibupakaimasker
#ingatpesanibujagajarak
#ingatpesanibucucitangan
#pakaimasker
#jagajarak
#jagajarakhindarikerumunan
#cucitangan
#cucitangandengansabun