LENSAINDONESIA.COM: Senior Gerakan Pemuda (GP) Ansor Jawa Timur H. Ahmad Tamim menyampaikan, bahwa generasi muda Indonesia miliki tantangan berat di era globalisasi saat ini. Salah satunya adalah adanya ideologi alternatif yang merasuki sendi-sendi bangsa dan menjadi ancaman bagi ketahanan ideologi Pancasila.

Karena itu, KH. Ahmad Tamim (Gus Tamim) mengajak seluruh kader Ansor untuk berperan aktif, belajar dan berjuang di bidangnya untuk mempertahankan keberlangsungan bangsa dan negara.

“Tantangan terberat yang di hadapi generasi muda saat ini adalah tentang ideologi, baik yang bersifat dengan keyakinan, dakwah dan termasuk aktualisasi ideologi dalam berbangsa dan bernegara,” katanya saat menghadiri pelantikan pengurus Pimpinan Anak Cabang (PAC) dan Ranting Se-Kecamatan Selopuro Kabupaten Blitar, Jumat (02/04/2021).

Gus Tamim meminta siapa saja yang telah menjadi bagian dari Ansor apapun tingkatan dan posisinya untuk berkhidmat di bidang dan keahlian masing-masing. Selain itu, seluruh kader Ansor dan Banser harus bisa terdistribusikan ke segala lini kehidupan masyarakat.

“Yang keahliannya di bidang tertentu di salurkan ke bidang yang sesuai dengam keahliannya. Seperti yang memiliki kemampuan bidang ekonomi lalukan terobosan dengan kerjasama dengan lembaga internal NU (Nahdlatul Ulama) dan perusahaan yang ada di sekitar kita. Tentu bingkainya membentengi Ahlussunnah Wal Jamaah (Aswaja),” tandas anggota Fraksi PKB DPRD Jawa Timur ini

“Kalau tantangan ekomomi semua berat di masa pandemi COVID-19 ini, dan negara juga belum bisa hadir di semua sektor kepemudaan maka yang penting generasi muda harus terus berusaha untuk berdikari di berbagai bidang. Itu yang harus dilakukan Pemuda Ansor dalam berbangsa dan bernegara,” urainya lebih dalam.


H. Ahmad Tamim saat menghadiri pelantikan pengurus PAC dan Ranting se-Kecematan Selopuro Kabupaten Blitar, Jumat (02/04/2021).

Mantan Sekretaris Pimpinan Wilayah GP Ansor Jatim ini menyebut, kalangan anak muda saat ini sangat rentan dirasuki ideologi-ideologi yang bertentangan dengan ideologi Pancasila dan ajaran agama. Sehingga seluruh pihak termasuk Ansor memiliki kewajiban meningkatkan ketahanan mental dan ideologi bangsa.

“Makna generasi milenial juga banyak dibelokan, yang mana milenial adalah generasi muda yang mampu berfikir maju, mematap masa depan dalam kemandirian. Makanya dunia pendidikan dan lingkungan keluarga adalah yang mampu mengawal generasi muda yang mampu mewujudkan itu semua,” tuturnya.

Gus Tamim menandaskan bahwa Pemuda Ansor adalah masa depan bagi NU dan NU masa depan.@Sams