LENSAINDONESIA.COM: Ditreskrimsus Polda Jawa Timur menyita sebanyak 34,913 unit regulator gas elpiji yang tak memenuhi Standar Nasional Indonesia (SNI) di kawasan pergudangan Jl Margomulyo Indah dan Pergudangan Mutiara, Surabaya.

Kabid Humas Polda Jatim Kombes Pol Gatot Repli Handoko mengungkapkan, regulator bermerek Starcam, Supreme dan Destec tersebut diamankan dari 5 distributor, yakni PT Jaya Gembira, PT Paracom, CV satelit, CV Utama dan CV Atma Totalindo. Para distributor tersebut disuplai oleh PT Cipta Orion Metal selaku produsen.

Gatot Repli mengatakan, kasus ini terungkap setelah anggota Unit IV Subdit I Reskrimsus Polda Jatim melakukan penyelidikan atas ribuan regulator di salah satu gudang di kawasan Margomulyo Indah dan Pegudangan Mutiara Blok B-30 Surabaya. Dari termpat tersebut ditemukan ribuan regulator gas tidak ber-SNI.

“Berawal dari adanya informasi dari media terkait pemusnahan regulator elpiji tekanan rendah dengan merek Starcam dan Comp/Destec yang tidak memenuhi syarat mutu SNI 7369:2012 di daerah Tambun, Bekasi, Jawa Barat oleh Direktorat Jenderal Perlindungan Konsumen dan Tertib Niaga (PKTN) Kementerian Perdagangan. Kemudian Polda Jatim melakukan pengecekan yang ada di wilayah Jatim. Dan dilakukan penyelidikan terhadap salah satu distributor yaitu CV Jaya Gembira,” terangnya saat konferansi pers di Mapolda Jatim, Senin (05/04/2021).

Penyelidikan yang dilakukan adalah dengan melakukan pembelian regulator elpiji tekanan rendah dengan merek Starcam seharga Rp 88.500,-/pcs dan merk Com/Destec seharga Rp 83.500,-/pcs di Distributor CV Jaya Gembira dengan alamat Pergudangan Margomulyo Indah dan Pergudangan Mutiara Blok B-30 Surabaya dengan bukti pembelian No. 2003SPBPJL00649-SB.

Dari pengungkapan ini, Polda Jatim telah mengamankan 1 orang, yakni pimpinan PT Cipta Orion Metal yang beralamat di Jl Kong Isah, Tambun Utara, Bekasi, Jawa Barat.

Sementara Wadirreskrimsus Polda Jatim, AKBP Zulham Effendy menambahkan, setelah berhasil mengamankan barang bukti regulator yang tidak berstandar SNI ini, Polda Jatim juga mengirimkan sampel untuk dilakukan uji di Laboratorium Balai Besar Logam dan Mesin (BBLM) dan Balai Besar Barang dan Bahan Teknik (B4T).

“Hasil uji ini salah satunya ada bunyi dan getaran. Apabila digunakan di dalam ruangan itu akan membahayakan konsumen. Karena kebocoran tidak bisa ditolerir kalau ada percikan api langsung bisa menyebabkan kebakaran,” terangnya.

Dari hasil uji laboratorium ini, produk buatan PT Cipta Orion Metal dinyatakan membahayakan bagi konsumennya dan diklaim tidak memenuhi SNI, sehingga harus ditarik dari peredaran dan dimusnahkan.

Ia juga mengimbau kepada masyarakat, apabila masih menggunakan 3 merek regulator tersebut diharap untuk ganti menggunakan regulator sesuai dengan SNI.

Selain itu, apabila masyarakat menemukan peredaran regulator tersebut dapat melaporkan kepada pihak berwajib untuk dilakukan penindakan.

“Saya mengimbau kepada masyarakat Jatim apabila menemukan regulator merek Starcam dan Destex supaya bisa melaporkan kepada kami, khususnya di Ditreskrimsus Polda Jatim. Nanti akan kita tindak lanjuti,” pungkasnya.

Atas perbuatannya, produsen tersebut dijerat Pasal 113 Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2014 tentang perdagangan, ancaman hukuman pidana penjara 5 tahun dan denda paling banyak Rp 5 miliar dan Pasal 66 Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2014 tentang Standardisasi dan Penilaian Kesesuaian, ancaman hukuman pidana penjara5 tahun atau pidana denda paling banyak Rp 35 miliar.@wendy