LENSAINDONESIA.COM: Pemerintah Kota Blitar menggelar Workshop Konvensi Hak Anak (KHA), bagi Satgas PPA dan P2TP2A se-Kota Blitar, Senin (05/04/2021). Kegiatan ini digelar dalam rangka menyambut penilaian Kota Layak Anak (KLA) tahun 2021.

Kota Blitar telah menyandang predikat sebagai Kota Layak Anak selama 4 tahun bertutur-turut kategori Pratama dan Madya. Karena itu, Wali Kota Santoso berharap Kota Blitar bisa memepertahankan predikat tersebut atau meningkatkan menjadi KLA karegori Nindya.

Santoso menyampaikan, peningkatan kualitas anak secara global bukan hanya menjadi tanggungjawab orang tua saja, namun menjadi tanggungjawab bersama.

“Karena anak menjadi tumpuan bagi kelangsungan estafet generasi sekarang, untuk itu semua satgas yang mengikuti workshop bisa bekerja maksimal,” katanya saat Workshop Konvensi Hak Anak di Balaikota Koesoemo Wicitro, Pemkot Blitar, Senin (05/04/2021).

Satgas PPA dan P2TP2A se-Kota Blitar mengikuti Workshop Konvensi Hak Anak

Menurut Santoso, tingkat kerawanan anak terhadap pengaruh miras dan obat obat terlarang termasuk sabu,sehingga untuk mencapai tingkatan dari Madya dan Utama menuju ke penghargaan Nindya Workshop pembekalan ini bisa mencapai target tersebut.

“Minimal predikat sebagai Kota Layak Anak masih bisa dipertahankan, syukur-syukur kita mendapatkan predikat Nindya lagi,” harapnya.

Kegiatan ini menghadirkan narasumber, Nanang A. Chanan Evaluator Nasional KLA, dari Yayasan Plato Surabaya, dan Dr. Arie Cahyono S.STP, M.Si (CV. Smart Training Education Plus Pusat Kajian Gender dan Anak Sidoarjo).

“Saya berharap kepada para satgas yang dibekali pada kegiatan workshop ini bisa bekerja secara maksimal, sehingga minimal Kota Blitar mampu mempertahankan prestasi yang ada sekarang,” pungkas Santoso.@ADV/Sams