LENSAINDONESIA.COM: Merespon dukungan dari sejumlah tokoh terkait kasus kekerasan yang dialami jurnalis Tempo, Nurhadi, koordinator advokasi Aliansi Anti Kekerasan Terhadap Jurnalis, Fatkhul Khoir berharap dukungan ini tak hanya sebatas pernyataan.

Nurhadi juga mendapatkan banyak perhatian dari berbagai pihak. Beberapa tokoh pun menyatakan dukungan agar kasus ini diusut tuntas. Diantaranya, disampaikan oleh Menkopolhukam Mahfud MD, beberapa waktu lalu.

“Saya kira dukungan itu jangan sampai hanya sebatas statement, sebab yang perlu kita tekankan, sebagaimana kita tahu pers merupakan salah satu pilar demokrasi. Kalau ini runtuh, maka demokrasi lumpuh. Dan kami juga meminta Mahfud MD takk cukup hanya mendesak, namun juga mendorong para pelaku dan aktor intelektualnya dibawa ke pengadilan,” tegasnya di Surabaya, Selasa (06/04/2021).

Sementara itu, dari beberapa kali pemeriksaan yang dilakukan terhadap Nurhadi dan saksi kunci, Fatkhul Khoir menilai penyidik masih terbata-bata saat menangani perkara-perkara delik pers. Ia berharap, komitmen pemerintah untuk mendesakkan perlindungan terhadap jurnalis dibuktikan dengan adanya pemahaman yang utuh soal delik pers di tingkat penyidik kepolisian.

“Polisi harus punya semacam desk khusus menangani perkara-perkara jurnalistik. Pengetahuan delik pers ini harus diperkuat di semua penyidik, agar kasus-kasus kekerasan terhadap pers ditangani menggunakan pasal UU Pers. Selama ini, banyak yang delik persnya dihilangkan, hanya memakai pasal penganiayaan saja misalnya,” terang Fatkhul.

Dan perkembangan penyelidikan saat ini, Fatkhul Khoir menyebut penyidik berencana mengundang sejumlah redaktur Tempo untuk dimintai keterangan. Selain itu, penyidik juga akan meminta pendapat dari Dewan Pers.

Sementara itu, Eben Haezer, koordinator hubungan media Aliansi Anti Kekerasan Terhadap Jurnalis juga berharap agar pendapat yang nantinya diberikan Dewan Pers akan memperkuat penggunaan delik pers dalam kasus ini.

“Dewan Pers, ya sesuai dengan siaran persnya yang telah menyatakan berkomitmen terhadap perkara ini. Kami berharap, nanti Dewan Pers akan berbicara bagaimana yang sebenarnya,” tutur Eben.@Rel-Licom