LENSAINDONESIA.COM: Kabar bahwa Mapolresta Blitar mendapat ancaman dari teroris beredar luas di masyarakat, Selasa (06/04/2021).

Hebohnya kabar ini bukan tanpa asalan, pasalnya, Mapolres yang berada di Jl Jenderal Soedirman No 32 Kota Blitar itu dijaga ketat puluhan petugas bersenjata lengkap dan sempat terjadi insiden penangkapan terhadap seseorang.

Kejadian tersebut sempat menyedot perhatian sejumlah warga yang sedang mengurus keperluan di Mapolresta. Sehingga dengan cepat tersiar kabar bahwa ada teroris di Mapolresta Blitar.

Mendengar kabar tersebut, sejumlah wartawan termasuk lensaindonesia.com langsung meluncur ke Mapolres Blitar untuk melakukan peliputan.

Tiba di Mapolres, para wartawan dan pengunjung diperiksa secara ketat oleh petugus. Setiap tas digeledah untuk memastikan bahwa barang bawaan pengunjung aman dan tidak ada benda mencurigakan. Untuk memastikan kabar adanya ancaman teroris, wartawan pun mencoba menemui pihak humas.

Kasubaghumas Polres Kota Blitar Iptu Achmat Rochman, SH., MM saat dikonfirmasi membantah adanya ancaman teroris, Menurutnya, penjagaan ketat dan insiden penangkapan tersebut merupakan sesi Latihan Sistem Pengamanan Markas Komando (Mako).

Latihan peningkatan keamanan ini, kata dia, marupakan arahan dari Mabes Polri setelah terjadi aksi bom di Makasar dan serangan teror Mabes Polri beberapa waktu lalu.

“Kegiatan ini arahan dari Mabes Polri terkait Bom Makasar dan Kejadian di Mabes Polri. Jadi Polresta Blitar menggelar latihan sistem pengaman Mako,” katanya.

Rochman menyampaikan, memang model latihan ini agak unik, di mana setiap anggota diberi pengarahan tentang teknik pengaman sewaktu terjadi ancaman teror. Namun setelah itu, para anggota diminta kembali bertugas ke posisi masing­masing seperti biasa tanpa diberitahukan kapan latihan akan digelar.

“Awalnya anggota diberi pengarahan teknik pengaman saja. Setelah mereka diminta berkerja seperti biasa. Oleh pimpinan nggak diberi tahu kapan latihanya. Jadi dibuat mendadak. Hal ini semata untuk menguji kesiagaan anggota. Sehingga ketika mendadak ada intruksi latihan, para anggota langsung memperagakan teknik pengamanan. Hal itulah yang membuat latihan ini seperti kejadian sungguhan, Ya banyak orang yang kaget,” jelasnya.

Latihan Sistem Pengamanan Mako ini, kata Rochman, melibatkan seluruh pesonel yang ada di Mapolresta. “Sekitar 80 utama personel yang terlibat, dan itu disimulaikan semua anggota yang sedang tugas di Mapolres,” pungkasnya.@sams