LENSAINDONESIA.COM: Dua tamu istimewa hadir pada kegiatan Rapat Pleno PKHP Kabupaten Jombang untuk Pokja IV, Rabu (7/4) kemarin. Selain dihadiri dr. Karina Widowati, MPH dari Nutrition Officer UNICEF Kantor Perwakilan Jawa selaku narasumber.

Bupati Jombang Hj. Mundjidah Wahab selaku Pembina Tim Penggerak PKK Kabupaten Jombang juga hadir didampingi Staf Ahli memberikan pengarahan pada agenda yang digelar di Gedung Pertemuan PKK Kabupaten Jombang.

Dengan tetap melaksanakan protokol kesehatan pencegahan Covid-19 rapat yang diikuti dari Pokja IV Pengurus TP.PKK Kabupaten dan Pokja IV TP. PKK dari 21 Kecamatan se Kab. Jombang itu juga dihadir oleh Ketua TP. PKK Kab Jombang Wiwin Sumrambah yang didampingi dari perwakilan Kepala Dinas Kesehatan Kab. Jombang.

Pemantapan Bidang Kesejahteraan Keluarga bertujuan untuk meningkatkan informasi tim penggerak PKK Kabupaten, Kecamatan dan kader PKK tentang pengelolaan gizi buruk terintegrasi, melakukan penapisan gizi buruk melalui kader PKK, dan melaksanakan skrining kasus kurang gizi akut (gizi kurang dan gizi buruk) menggunakan pita lila melalui kader PKK.

Dengan adanya Sosialisasi Penapisan Gizi Buruk ini, hasil yang diharapkan adalah semua balita gizi kurang dan gizi buruk di Kabupaten Jombang dapat terskrinning dan diintervensi.

Dalam sambutannya, Bupati Mundjidah Wahab menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan tersebut.

“Atas nama pribadi dan Pemerintah Kabupaten Jombang, saya sampaikan selamat datang dan terimakasih kepada Dr. Karina Widowati, M.Ph (Nutrition officer Kantor Unicef Perwakilan Jawa) di Kabupaten Jombang,” kata Bupati Mundjidah.

Bupati menyebut dr Karina Widowati ini yang akan memberikan bekal wawasan kepada para kader PKK. Terimakasih juga apresiasi kepada Dinas Kesehatan dan PKK Kabupaten Jombang yang telah bersinergi terus berkontribusi dan mendukung program Pembangunan Pemerintah Kabupaten Jombang.

Peran dan kontribusi PKK sangat luar biasa, baik dalam bidang Pendidikan, Kesehatan, Pertanian, Ekonomi dan bidang yang lainnya,” ungkap Bupati, dikutip lensaindonesia.com Kamis (08/04/2021).

Terkait persoalan gizi buruk yang masih menjadi perhatian utama hingga saat ini, terutama di negara-negara berkembang, yang harus dicegah secara sinergi dan terintegrasi termasuk dengan PKK. Bupati Jombang menilai bahwa kunci utamanya terletak pada keluarga. Yaitu orang tua, Ayah dan Ibu.

Pada kesempatan itu, Bupati juga berharap supaya gerakan PKK kembali pada ruh-nya, yaitu sebagai gerakan masyarakat untuk memberdayakan keluarga. Yang artinya, keluarga harus menjadi fokus perhatian, dan keluarga yang harus diberdayakan, karena keluarga merupakan unit terkecil masyarakat.

“Sehingga apabila keluarga-keluarga di Indonesia ini dapat kita berdayakan sesuai potensi dan kebutuhannya, berarti gerakan PKK juga berpotensi memberdayakan masyarakat secara keseluruhan,” imbuhnya.

Dijelaskan Bupati, kalau bagian terkecil dari sebuah masyarakat yakni keluarga telah melaksanakan hal yang sama yaitu menerapkan hidup sehat, kehidupan yang penuh kasih sayang, sakinah mawadah warahmah, ada penanaman akidah yang kuat didalam keluarga. Maka disitulah terpenuhinya keluarga yang sehat, bahagia dan sejahtera.

“Dengan demikian akan tumbuh desa sehat, Kecamatan Sehat hingga Kabupaten Sehat. Insyaallah yang namanya Baldatun Thoyibatun Warobun Gofur akan terwujud,” tutur Bupati Mundjidah.

Disinggung adanya Gizi Buruk, Bupati mengungkapkan bahwa banyak aspek yang harus diperhatikan dan dijaga betul oleh suami saat istrinya mulai hamil. Sejak dalam kandungan, selain menjaga apa yang dikonsumsi, ayah dan ibunya juga harus menjaga perilakunya.

Oleh karena itu perhatian dan pilihan Ibu dalam memilih makanan yang sehat, halal, beragam dan bergizi juga perilaku yang baik dari orangtuanya akan terlahir anak yang sehat jasmani rohani,” bebernya.

Materi yang disampaikan oleh dr. Karina Widowati, MPH dari Nutrition Officer UNICEF Kantor Perwakilan Jawa, pada kegiatan tersebut adalah “Mobilisasi Masyarakat, Penemuan Dini Kasus dan Tindak Lanjut dalam Pengelolaan Gizi Buruk Terintegrasi”.

dr Karina menjelaskan tentang pencegahan dan tatalaksana gizi buruk pada balita di Indonesia, juga tentang berbagai jenis-jenis kurang gizi dan bagaimana penemuan sejak dini kasus gizi buruk dengan metode pita LiLA yang sekaligus dipraktekkan cara pengukuran LiLA.

Para peserta juga diberikan kesempatan bertanya dengan detail dan terperinci mengenai hal itu, juga diberikan materi bagaimana cara sosialisasi gizi buruk yang baik kepada masyarakat desa.

Ketua TP PKK Kabupaten Jombang, Wiwin Sumrambah berharap dari apa yang disampaikan oleh Bupati Jombang serta narasumber diharapkan nantinya para kader PKK di Desa bisa mensosialisasikan ke Desa masing-masing sehingga dengan harapan bisa mengurangi angka stunting dan gizi buruk di Kabupaten Jombang.@Obi/Adv.