LENSAINDONESIA.COM: Tim penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menggeledah kantor Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Giri Tirta Gresik, Rabu (07/04/2021) malam.

Menurut informasi yang dihimpun lensaindonesia.com, penyidik KPK yang berjumlah sekitar 4 orang tersebut tiba di kantor PDAM Giri Tirta Jalan Permata Raya Perum Bunder Asri Kebomas, Gresik sekitar pukul 18.30 WIB.

Sekitar pukul 19.45 WIB, penyidik KPK tampak keluar dari dalam gedung dengan membawa beberapa kotak yang diduga berisi dokumen. Kotak tersebut kemudian memasukkannya ke dalam mobil Inova warna hitam.

Sementara itu, Dirut PDAM Giri Tirta Gresik, Siti Aminatus Zariyah mengakui adanya kedatangan penyidik KPK. Namun ia membantah bahwa KPK menyita sejumlah dokumen dari kantor PDAM Giri Tirta.

“Petugas KPK turun dari bandara membawa koper berisi pakaian dan tidak membawa berkas dokumen,” ungkapnya seperti dikutip beritajatim.com.

Kata Siti Aminatus Zariyah, kedatangan KPK ke kantornya untuk melakukan pemeriksan terkait proyek tahun 2012. Dimana, ada tiga orang dari PT Dewata Bangun Tirta (DBT) rekanan PDAM Gresik yang diperiksa.

“Terkait siapa yang diperiksa dari PT Dewata saya tidak tahu. Tidak ada berkas yang dibawa. Soal PT Drupadi Agung Lestari (DAL) saya tidak tahu dan itu belum tentu berurusan dengan KPK,” katanya.

Seperti diberitakan, sebelumnya tim penyidik KPK melakukan pemeriksaan terhadap sejumlah jajaran direksi PDAM Gresik. Baik yang masih aktif maupun tidak aktif.

Pemeriksaan tersebut terkait dugaan kasus korupsi proyek kerja sama investasi antara PDAM Giri Tirta Gresik dengan PT Dewata Bangun Tirta (DBT), dan PT Drupadi Agung Lestari (DAL) pada tahun 2012, dengan nilai investasi sebesar Rp 133 miliar.

Kedua proyek dimaksud, yakni kerja sama investasi PDAM Giri Tirta dengan PT Dewata Bangun Tirta (DBT) dengan sistem Build Operate Transfer (BOT) untuk membangun proyek instalasi pengolahan air di Desa Legundi, Kecamatan Driyorejo senilai Rp47 miliar dengan waktu kerja sama selama 25 tahun.

Selanjutnya, dengan PT Drupadi Agung Lestari (DAL) untuk membangun Rehabilitation Operating Transfer (ROT) di Desa Krikilan, Kecamatan Driyorejo senilai Rp 86 miliar dengan waktu kerja sama selama 25 tahun.@LI-13