LENSAINDONESIA.COM: Warga Kalisari Damen, Kelurahan Kalisari Surabaya akan menempuh jalur hukum terkait dugaan penyerobotan tanah lumbung kampung seluas 10.000 M2 oleh PT Titis Rejeki.

Upaya jalur hukum ini ditempuh karena PT Titis Rejeki dinilai tidak memiliki itikad baik menyelaikan sengketa. Apalagi PT Titis Rejeki sudah dua kali tidak hadir dalam mediasi dengan masyarakat kampung Kalisari Damen di kantor Kecamatan Mulyorejo.

Kuasa Hukum warga Kalisari Damen, Orong Sabon Hendrikus, mediasi pertama terjadi pada 6 Maret 2021, pihak dari PT Titis Rejeki datang di Kantor Kecamatan Mulyorejo untuk mediasi dengan warga setempat. Ketika itu, pihaknya PT Titis Rejeki tidak dapat menunjukkan bukti-bukti kepemilikan atas tanah lumbung kampung tersebut.

“Kemudian, mediasi kedua pada 24 maret 2021 pihak PT Titis Rejeki tidak dapat hadir. Kemudian mediasi ketiga pada Kamis 8 April 2021 pagi tadi pihaknya juga tidak dapat hadir,” kata Sabon kepada lensaindonesia.com di Kantor Kecamatan Mulyorejo, Kamis (08/04/2021).

Menurut Sabon, warga menilai tindakan PT Titis Rejeki yang tak menghadiri panggilan mediasi itu merupakan sebuah itikad yang tidak baik dan melecehkan.

“Dari pihak warga RW 3 ini punya itikad baik mau menyelesaikan masalah itu. Mereka begitu antusias datang ke Kecamatan untuk mediasi, tapi ternyata dari pihak PT Titis Rejeki tidak datang lagi. Itu kan pelecehan. Kami akan melakukan pendekatan hukum,” katanya.

Sementara M. Basir warga asli Kalisari Dalem mengatakan, penguasaan tanah oleh PT Titis Rejeki terjadi sejak 1998. Basir menegaskan, bahwa tanah lubung tersebut adalah milik warga Kampung Kalisari Damen.

Ia mengatakan, bahwa tanah lumbung tersebut memang letaknya bersebelahan dengan tanah kas desa (TKD) milik Kampung Kalisari Kedinding dan Kalisari Damen.
Sejak dulu, kata basir, pihak pamong desa (kelurahan) Kalisari Kedinding dan Kalisari Damen hanya menggarap TKDnya masing-masing dan tidak menyentuh sama sekali tanah lumbung tersebut. Hal ini karena pamong desa mengatahui bahwa tanah lumbung ahan seluas 10.000 M2 tersebut adalah milik warga Kalisari Damen, bukan termasuk TKD.

“Tanah itu murni milik kampung yang letaknya yaitu ada di sebelah Timur Mulyosari sekarang ini. Dari dulu tanah tersebut tidak pernah digarap oleh pamong desa,” tuturnya.

“Saya tau persis lokasinya dimana letaknya TKD atau ganjaran. Pihak Titis mengacu kepada keputusan Wali Kota, yaitu TKD yang di tukar guling. Ternyata Titis mengambil tanah lumbung itu,” tambahnya.

Sementara Kapolsek Mulyorejo, AKP Ardi Purboyo saat dikonfirmasi terpisah mengatakan, saat Kapolsek Mulyorejo dijabat oleh Kompol Enny Prihatin Rustam, pihaknya juga sudah mengawal proses mediasi antara kedua belah pihak yang berseberangan.

Sedangkan langkah yang dia tempuh saat ini yaitu menunggu informasi perkembangan kasus tersebut dari Bhabinkamtibmas serta camat setempat.

Apabila warga dan PT Titis Rejeki akan menempuh jalur hukum, pihaknya siap untuk memberikan asistensi.

“Kami juga sudah bertemu dengan perangkat-perangkat kampung tersebut. Apabila masing-masing pihak melakukan upaya hukum kita akan asistensi,” paparnya.

Asistensi yang dimaksud oleh AKP Ardi yaitu memberikan pemahaman. Dia juga berharap atas kasus ini, warga setempat mampu menyikapi dengan kepala dingin.

“Itu lidik sektornya di Kecamatan. Kami mengimbau kalo dilakukan upaya mediasi lagi supaya tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan, apalagi mengganggu kamtibmas,” pungkasnya.@wendy