LENSAINDONESIA.COM: Tim Gabungan Muspika Kecamatan Sananwetan Kota Blitar mengamankan 22 pasangan mesum di rumah kos di Kelurahan Sananwetan dan Kelurahan Bendogerit.

Dari 22 pasangan tanpa ikatan pernikahan tersebut, terdapat sepasang kekasih yang masih di bawah umur.

Camat Sananwetan Heru E. Pramono, S.S.T mengatakan, razia yang melibatkan personel TNI dan Polri ini digelar karena disinyalir banyak terjadi penyalahgunaan rumah kos untuk kegiatan asusila.

“Sangat saya sayangkan, di antara yang kami bawa ke kecamatan ini ada sepasang yang masih di bawah umur. Usianya baru 14 tahun, warga Kecamatan Nglegok, Kabupaten Blitar. Kami temukan banyak penyalahgunaan rumah kos untuk kegiatan yang tidak benar saat razia,” katanya usai razia, Jumat siang (09/04/2021).

Heru menyampaikan kegiatan razia ini juga bertujuan untuk menciptkan rasa aman dan nyaman menjelang bulan Ramadhan di Kota Blitar, khususnya wilayah Kecamatan Sananwetan.

Camat Heru mengaku prihatin dengan banyaknya pasangan mesum yang ditemukan di rumah rumah kos tersebut. Terlebih diantara mereka terdapat anak di bawah umur.

“Dari Kelurahan Sananwetan tim mendapatkan 15 pasangan, dan dari Kelurahan Bendogerit 7 pasangan. 22 pasangan yang kami temukan berada dalam satu kamar, tapi tidak bisa menunjukkan dokumen pernikahan yang sah. Bahkan ditemukan disalah satu kamar ada dua cewek satu cowok,” ungkapnya.

Setelah diamankan

puluhan pasangan mesum tersebut dibawa ke Kantor Kecamatan Sananwetan untuk didata dan dilakukan tes rapid COVID-19 antibodi. Hasilnya, ada dua orang yang reaktif. Satu dari Sananwetan merupakan warga asli, dan satu dari Bendogerit merupakan pendatang dari Jawa Barat.

Mereka yang hasil rapid antibodi-nya reaktif, langsung dibawa ke Puskesmas Sananwetan untuk menjalani tes PCR.

Sementara itu, Plt Kasatpol PP Kota Blitar Hadi Maskun mengapresiasi kegiatan yang dilakukan Camat Sananwetan dan jajarannya. Karena mereka juga mempunyai fungsi pengawasan.

“Saya sangat mengapresiasi razia yang dilakukan Muspika kecamatan Sananwetan. Kami menunggu hasil laporan dan koordinasinya, jika memang ada pelanggaran maka kami akan sanksi pemilik rumah kos sekaligus penghuninya, serta kita juga akan bersama sama melaksanakan razia,” pungkasnya.@Sams