LENSAINDONESIA.COM: Tim Jaksa Penyidik pada Direktorat Penyidikan Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Kejaksaan Agung terus melakukan pemanggilan dan pemeriksaan para saksi kasus dugaan korupsi di PT Asabri yang menyebabkan kerugian negara ditaksir mencapai Rp 23,73 triliun. YA selaku Direktur Utama Bank China Construction Bank Indonesia, Tbk dan enam saksi lain diperiksa instensif, Jumat (9/4/2021).

Dua hari sebelumnya, Rabu (7/4/2021), Penyidik di Kejaksaan Agung itu juga memeriksa lima orang saksi terkait dugaan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) PT Asabri.

Kepala Pusat Penerangan Hukum Kejaksaan Agung Leonard Eben Ezer Simanjuntak menjelaskan, tujuh orang yang diperiksa pada Jumat itu, tiga saksi level direktur utama. Yaitu, YA selaku Direktur Utama Bank China Construction Bank Indonesia, Tbk, BA selaku Direktur Utama PT Valbury Sekuritas Indonesia, KP selaku Direktur Utama PT Profindo Sekuritas Indonesia.

Empat saksi lainnya, level di bawah direksi dari perusahaan-perusahaan swasta.

“JI selaku Mantan Karyawan PT. Bumi Nusa Jaya Abadi (1999-2019), HS selaku Direktur PT Panca Tunggal Sapta / HRD PT. Tricore Kapital Sarana,” kata Eben dalam keterangannya.

Pemeriksaan para saksi itu dilakukan untuk mengumpulkan sejumlah barang bukti atas kasus yang kini sedang ditangani Tim Jaksa Penyidik di Kejaksaan Agung.

“Pemeriksaan saksi dilakukan untuk memberikan keterangan guna kepentingan penyidikan tentang suatu perkara pidana yang ia dengar sendiri, ia lihat sendiri dan ia alami sendiri guna menemukan fakta hukum tentang tindak pidana korupsi yang terjadi pada PT. Asabri,” jelasnya.

Selama proses pemeriksaan, Tim Jaksa Penyidik tetap menerapkan secara ketat protokol kesehatan. Bahkan, penyidik menggunakan Alat Pelindung Diri (APD) lengkap. Mengingat, pandemi virus Covid-19 masih terus meningkat.

“Pemeriksaan saksi dilaksanakan dengan memperhatikan protokol kesehatan tentang pencegahan penularan Covid-19, antara lain dengan memperhatikan jarak aman antara saksi diperiksa dengan Penyidik,” jelasnya.

Sebelumnya, Rabu (7/4/2021), lima orang saksi yang diperiksa yaitu, MM selaku karyawan swasta, BI selaku Direktur PT Batu Kuda Propertindo, dan FW selaku karyawan PT Yuanta Sekuritas. Selanjutnya, BS selaku Staf Administrasi PT Asabri dan S selaku pengelola apartemen West
Vista.

Sembilan Tersangka

Tim Penyidik menetapkan 9 tersangka terkait dugaan korupsi PT Asabri. Kini, penyidik Kejaksaan Agung mulai melaksanakan proses klarifikasi penghitungan kerugian keuangan negara bersama auditor dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK). Dugaan korupsi ini,
kerugian negara ditaksir mencapai Rp 23,73 triliun.

Sembilan tersangka itu antara lain, Dirut PT Asabri periode 2011-Maret 2016 Mayjen (Purn) Adam Rachmat Damiri, Dirut PT Asabri periode Maret 2016-Juli 2020 Letjen (Purn) Sonny Widjaja, Direktur Keuangan PT Asabri periode Oktober 2008-Juni 2014 Bachtiar Effendi.

Berikutnya, Direktur PT Asabri periode 2013-2014 dan 2015-2019 Hari Setiono, Kepala Divisi Investasi PT Asabri Juli 2012-Januari 2017 Ilham W Siregar, Dirut PT Prima Jaringan Lukman Purnomosidi, Direktur PT Jakarta Emiten Investor Relation Jimmy Sutopo, Dirut PT Hanson International Tbk Benny Tjokrosaputro, dan Komisaris PT Trada Alam Minera Heru Hidayat.

Tersangka Benny dan Heru juga merupakan tersangka dalam kasus korupsi di PT Asuransi Jiwasraya, hingga mengakibatkan kerugian negara mencapai Rp25 triliun selama periode 2008-2018. @jarko