LENSAINDONESIA.COM: PT Pertamina Gas (Pertagas), afiliasi subholding Gas PT PGN Tbk sabet penghargaan bergengsi di ajang Indonesian Green Awards 2021 di Hotel Indonesia Kempinski Bali.

Diajang tersebut Pertagas meraih empat penghargaan yang diserahkan langsung oleh Chairman The La Tofi School of CSR sekaligus ketua Dewan Juri, La Tofi.

Empat penghargaan yang berhasil diraih Pertagas yakni Kategori Pengembangan Wisata Konservasi Alam untuk program Berdaya di Pesisir Laut Jawa dari Operation West Java Area (OWJA) dan program Desa Wisata Lembah Dewi Sri Sidomulyo Berbasis Edukasi di Operation South Sumatera Area (OSSA).

Kategori Penyelamatan Sumber Daya air diraih melalui program Kampung Batik Ecoprint dari Operation Kalimantan Area(OKAL).

Kategori Mempelopori Pencegahan Polusi diraih Pertagas untuk program Pengelolaan Sampah Organik dan Olahan Maggot dari Operation Central Sumatera Area (OCSA) serta Kategori Mengembangkan Pengolahan Sampah Terpadu untuk program Daya Dari Hati Masyarakat Penatarsewu dari Operation East Java Area (OEJA) dan Pengelolaan Sampah Organik dan Olahan Maggot dari Operation Central Sumatera Area (OCSA).

“Terima kasih atas apresiasi kepada The La Tofi School of CSR atas berlangsungnya ajang ini. Semoga penghargaan ini bisa terus memacu semangat kami untuk mengembangkan program-program CSR di seluruh area operasi yang berfokus pada pelestarian lingkungan dan pengembangan masyarakat berkelanjutan”, ujar Manager Communication, Relations & CSR Pertagas, Elok Riani Ariza dalam keterangan resminya, Sabtu (10/04/2021).

Ia menambahkan, kondisi pandemi Covid-19 yang belum usai tak menyurutkan langkah perusahaan dan mitra binaan berkolaborasi mengatasi berbagai masalah khususnya dampak lingkungan akibat perubahan iklim.

“Dengan berbagai inovasi dan adaptasi Pertagas tetap berhasil mengimplementasikan program-program CSR meskipun ditengah keterbatasan,” tandasnya.

Dari catatan Dinas Perikanan dan Kelautan (Diskanla) Kabupaten Indramayu, abrasi di garis pantai Kabupaten Indramayu di tahun 2017 mencapai 42,60 KM, atau hampir 1/3 dari total panjang garis pantai di Kabupaten Indramayu yang mencapai 147 KM.

Hal ini juga ada di pesisir pantai Juntuinyuat, salah satu Kecamatan di Kabupaten Indramayu. Pertagas OWJA berkolaborasi dengan Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Indramayu, Cabang Dinas Kehutanan Wilayah 9 Provinsi Jawa Barat, dan Pemerintah Desa Juntinyuat, mengedukasi dan mendampingi Kelompok Junti Indah Lestari dan Kelompok Karang Taruna Desa untuk peduli atas keberadaan hutan mangrove dan ekosistem di sana.

Sampah yang menjadi salah satu isu kerusakan lingkungan utama beberapa area operasi direspon Pertagas melalui program pengelolaan sampah terpadu, budidaya dan olahan maggot BSF.

Program ini dilaksanakan Pertagas OCSA di Kelurahan Bayung Lencir, Musi Banyuasin, Sumatera Selatan dan Pertagas OEJA mengembangkannya di Desa Penatar Sewu, Sidoarjo, Jawa Timur.

Program yang dilaksanakan Pertagas OEJA di Kampung Pengasap Ikan – Penatar Sewu sekaligus mendukung program Kementrian Kelautan dan Perikanan RI yakni Gerakan Pakan Ikan Mandiri (Gerpari).

Kontribusi Pertagas dalam upaya penyelamatan sumber daya air terwujud pada program Batik Ecoprint yang mengajak masyarakat mecintai budaya asli Indonesia yakni batik dengan pengunaan pewarna alami dari pemanfaatan tanaman dan sampah organik di sekitar pemukiman (kulit rambutan, limbah serbuk kayu ulin, daun mangga, secang, dsb) untuk menghasilkan produk tekstil berbasis masyarakat yang ramah lingkungan.

Di Sumatera Selatan, Pertagas OSSA melihat banyak potensi yang belum tersentuh. Kerja bareng masyarakat dan Pemerintah Desa Sidomulyo, Pertagas OSSA merintis program berbasis pariwisata terintegrasi yakni program “Desa Wisata Lembah Dewi Sri Sidomulyo Berbasis Edukasi”.

Di Desa Wisata ini ada beberapa fasilitas berbasis edukasi seperti Kampung Sehat, Kampung Edukasi, Kampung Main & Kampung Oleh-Oleh.@Rel-Licom