LENSAINDONESIA.COM: Tim Anti Bandit Polsek Wonocolo berhasil mengungkap kasus pencurian di Pondok Pesantren (Ponpes) Al-Jihat Surabaya. Dalam kasus ini, polisi menangkap seorang pelaku pencurian yaitu Syukur (54) warga Jl Jemur Gayungan Tengah, Surabaya.

Kapolsek Wonocolo, Kompol Masdawati Saragih mengatakan, pelaku merupakan penjahat kambuhan (residivis) kasus yang sama.

“Pelaku ini pernah mendekam di penjara Mapolsek Wonocolo, kasus yang sama (pencurian,” katanya kepada wartawan Sabtu (10/04/2021).

Masdawati mengungkapkan, kasus pencurian di Ponpes

Al-Jihad ini terjadi pada 26 Desember 2020 lalu.

Saat itu, sekitar pukul 04.00 WIB pelaku nekat masuk ke asram putri yang kebetulan pintunya belum ditutup. Pelaku lantas mengambil dua unit handphone santri yang sedang tidur.

Masdawati mengatakan, Tim Anti Bandit bisa menangkap pelaku setelah mengumpulkan keterangan dan penyelidikan terkait ciri-ciri dan identitas pelaku.

Setelah menagkap Syukur, Tim Anti Bandit kemudian mengamankan dua orang yang menjadi penadah ponsel hasil curian dari Syukur.

Dua penadah tersebut adalah David Roy Wibowo (38) dan Basuki (53) keduanya warga Jl Jemur Wonosari yang berprofesi sebagai tukang jaga parkir.

Syukur menjual ponsel tersebut dengan harga murah, yakni Rp 300 dan Rp 400 ribu guna melunasi hutangnya kepada dua penadah tersebut.

Di hadapan petugas Syukur mengaku jika dia baru dua kali melakukan tindak pidana pencurian ponsel di pondok pesantren.

Namu hal itu dibantah oleh penadah David, sebab dia mengetahui dan meyakini, jika aksi pencurian yang dilakukan pelaku sudah sampai delapan kali.

“Satu kali jual di saya. Itu pun dia buat bayar hutangnya ke saya. Dia bilang dua kali mencuri hp itu bohong. Dia itu sudah delapan kali mencuri hp Mas,” cetus David dihadapan awak media.

Atas kejadian ini, Kompol Masdawati mengimbau kepada masyarakat supaya lebih berhati-hati kembali dalam meletakkan barang berharga, untuk menghindari sasaran empuk pelaku pencurian.

Dari penangkapan ini, polisi mengamankan barang bukti berupa dua unit ponsel smartphone. Atas perbuatannya, pelaku dijerat pasal 363 KUHP terkait pencurian dan pemberatan, dengan ancaman 5 tahun penjara.

Sedangkan untuk dua orang penadah dijerat pasal 480 KUHP terkait penadah barang curian dengan ancaman penjara paling lama 4 tahun.@wendy