LENSAINDONESIA.COM: Setelah tahun sebelumnya hanya melaksanakan tarawih di rumah akibat pandemi COVID-19. Tahun ini warga Surabaya dapat mejalankan tarawih berjamaah di masjid selama Ramadhan dengan penerapan protokol kesehatan (Prokes) yang ketat.

Setiap warga yang mengikuti tarawih di masjid wajib diukur suhu badannya, memakai masker, menjaga jarak, dan mencuci tangan dengan sabun serta tidal berkerumun. Masjid juga harus membatasi kapasitas hingga 50 persen.

“Tetap dibuka Tarawih tapi dengan batasan, dengan protokol kesehatan. Dengan batasan (jemaah) 50 persen, menjaga jarak. Harus ada hand sanitizer, dan pengukur suhu tubuh,” urai Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi usai pengukuhan Pimpinan Cabang Dewan Masjid Indonesia (DMI) se-Kota Surabaya di Graha Sawunggaling, Minggu (11/04/2021).

Pada kesempatan itu, Eri Cahyadi berharap Pemerintah Kota Surabaya dan DMI Kota Surabaya dapat bersinergi selama bulan Ramadhan. Khususnya dalam memakmurkan masjid.

Menurut Eri, masjid bukan hanya sebagai tempat beribadah saja, tetapi bisa digunakan sebagai sarana pendidikan, keagamaan, ekonomi, maupun kegiatan sosial lainnya.

“Saya berharap, dengan adanya DMI di Kota Surabaya yang sekarang sampai dengan pengurus tingkat kecamatan, masjid tidak hanya sebagai tempat ibadah. Tapi masjid ini juga menggerakkan ekonomi, pendidikan. Semuanya dari masjid,” harap Eri.

Eri optimis berbagai kegiatan tersebut dapat memakmurkan masjid. Dengan kegiatan tersebut dirinya yakin akan banyak warga yang akan datang ke masjid. Apalagi bertepatan dengan momen ibadah Ramadhan. Selain itu, kolaborasi yang dilakukan Pemkot dengan DMI Kota Surabaya ini juga akan berdapak positif bagi Kota Surabaya.@budi