LENSAINDONESIA.COM: Wakil Presiden (Wapres) Republik Indonesia KH Ma’ruf Amin mengatakan, bahwa mudik Lebaran untuk menjalin silaturahmi dengan sanak saudara hukumnya adalah sunah. Sedangkan, menjaga diri dari penularan penyakit dalam hal ini COVID-19 hukumnya wajib.

“Kenapa pemerintah melarang mudik, itu karena pengalaman tahun lalu terjadi peningkatan (penularan) COVID-19 sampai 90 persen ketika mudik. Untuk itulah kenapa menjaga itu kemudian dilarang mudik,” ujar Ma’ruf dalam keterangan tertulis, Sabtu (10/04/2021).

Menurut dia, KH Ma’ruf, mudik serupa dengan ibadah salat Tarawih dan tadarus di masjid atau mushola. Karena itu, Ma’ruf meminta umat Muslim memprioritaskan pencegahan penularan COVID-19 dan mempertimbangkan untuk melakukan mudik pada Lebaran nanti.

Ma’ruf juga mengingatkan umat Muslim tetap menerapkan protokol kesehatan selama melaksanakan salat Tarawih berjemaah di masjid dan mushola. Khusus, umat Muslim yang berapada di wilayah zona merah, dianjurkan beribadah di rumah.

“Daerah yang masih dalam zona merah, itu dianjurkan menggunakan rukhsah (keringanan) atau kemurahan-kemurahan yang diperbolehkan, yaitu tidak melakukan Tarawih atau tadarus di tempat umum atau masjid-masjid untuk menghindari penularan,” jelasnya.

Ma’ruf mengimbau Ramadan dijadikan sebagai momentum memperbaiki diri. Ramadan juga harus dimanfaatkan untuk memohon ampun kepada sang pencipta, khususnya dari segala bencana yang tengah melanda Indonesia.

“Karena kita menyadari bahwa kita semua tidak ada yang luput dari dosa, kita bukan makhluk yang maksum (terpelihara dari dosa). Juga memohon perlindungan-Nya, inayah-Nya, karena kita bukan orang yang dijamin (masuk surga),” tuturnya.@LI-13

 

#satgascovid19
#ingatpesanibu
#ingatpesanibupakaimasker
#ingatpesanibujagajarak
#ingatpesanibucucitangan
#pakaimasker
#jagajarak
#jagajarakhindarikerumunan
#cucitangan
#cucitangandengansabun