LENSAINDINESIA.COM: Petugas Polsek Wonocolo Surabaya berhasil mengamankan narkotika jenis sabu banyaknya 8 poket dengan berat 8,62 gram dan 800 butir obat berbahaya jenis Doubel L selama 25 Februari hingga 24 Maret 2021.

Barang bukti sabu dan ‘pil koplo’ itu didapatkan dari penangkapan 10 orang yang terdiri dari pengedar dan pengguna.

10 orang yang kini telah ditetapkan sebagai tersangka penyalahgunaan narkoba (narkotika, psikotropika, dan obat terlarang) itu diantaranya, Guntur Eko Wibowo (35), Dimas Putra Santoso (22), Ari Budi Sulaksono (40) ketignya asal Jl Tuwowo, Surabaya.

Kemudian Iwan (26) dan Jainuri Ardiono alias Ateng (25) asal Bendul Merisi Surabaya. Lantas Adi Prasetyo alias Ambon (24) dan Adi Biantoro alias Limbad (30) asal Jl Sidosermo Surabaya, Royan Mubarok (25) dan Muhammad Hafis Hidayatullah (21) asal Jl Jemur Wonosari Surabaya serta Fikri Zainul Hakim (31) asal Jl Jokotole Padeg Kabupaten Situbondo.

Kapolsek Wonocolo Kompol Masdawati Saragih mengatakan, pengungkapan kasus ini berawal dari adanya informasi masyarakat terkait transaksi narkoba di wilayah hukumnya.

Dari tertangkapnya pengedar sabu-sabu, Jainuri Ardiono alias Ateng pada Februari itu, akhirnya polisi melakukan pengembangan penyelidikan dan didapati 9 tersangka lainnya.

“Dalam satu bulan ini, begitu kami mendapat informasi dari masyarakat bahwa seluruh tersangka ini melakukan transaksi narkoba. Kami juga menemukan beberapa barang bukti narkoba tersebut,” paparnya.

Berdasarkan hasil pengembangan tersebut, Kompol Masdawati menyebutkan jika mereka ditangkap di lokasi berbeda-beda. Mirisnya beberapa diantara tersangka ada yang masih sangat muda, namun sudah terjerumus menjadi budak narkoba.

Sehari-hari mereka juga ada yang berprofesi sebagai tukang jaga parkir, kuli bangunan dan pengamen jalanan.

“Mereka bekerja semua. Tapi uang hasil dia bekerja itu digunakan untuk beli narkoba. Dia sudah ketergantungan, jadi gaji yang mereka miliki itu di sisihkan untuk beli sabu-sabu,” tambahnya.

Dia juga mewanti-wanti bagi masyarakat khususnya yang berada di wilayah hukum Polsek Wonocolo supaya tidak berdekatan dengan narkoba, karena konsekuensinya akan mendekam di penjara.

“Kalau ada yang menggunakan atau mengedarkan, akan kami cari dan kami tahan,” tegasnya.

Saat ini kasus tersebut tengah dikembangkan lagi oleh jajaran anggota Polsek Wonocolo, untuk mengungkap seluruh pelaku lainnya termasuk bandar yang menjadi pemasok narkoba apapun jenisnya.

Dari tangan seluruh tersangka, polisi mengamankan barang bukti berupa 8 poket sabu-sabu dengan total berat kotor keseluruhan 8,62 gram, 1 buah timbangan digital dan 800 butir pil Double L.

Atas perbuatannya, seluruh tersangka dijerat pasal 112 ayat (1) dan pasal 114 ayat (1) UU RI Nomor 35 tahun 2009 tentang narkotika dengan ancaman hukuman paling singkat 5 tahun penjara.@wendy