LENSAINDONESIA.COM: Puluhan pengusaha dan sopir di komplek pergudangan Kalianak 55 dan Kalianak Madya Surabaya menggelar unjuk rasa, Senin (12/04/2021). Mereka menuntut penghapusan praktik pungutan liar (pungli) yang menggunakan karcis parkir dari Dinas Perhubungan Kota Surabaya.

Para pengusaha dan sopir yang tergabung dalam Perkumpulan Pengusaha Kalianak (PPK) tersebut merasa dirugikan oleh pungli dengan dalih retribusi karcis parkir resmi Dishub yang terjadi sejak tahun 1990-an itu.

Khoirul Huda Koordinator aksi PPK mengatakan, pungli sudah terjadi sejak puluhan tahun ini sangat membebani pengusaha dan para sopir, karena nominalnya cukup besar.

Per kendaraan kecil, kata dia, ditarik karcis parkir Rp 5 ribu dan kendaraan besar Rp 10 ribu. Tarikan karcis tersebut dikelola oleh seorang bersama Soeparmanto.

“Satu bulan, pungli yang dilakukan Soeparmanto Cs bisa mencapai Rp 100 juta. Satu tahun mencapai Rp 1,2 miliar. Ini terjadi sejak tahun 90an. Kami mewakili PPK dan para sopir menolak adanya pungli, karena karcis parkir itu tidak sesuai. Kendaraan masuk ke gudang milik pengusaha masing-masing. Bukan milik mereka yang melakukan pungli. Kenapa kami harus bayar,” tegasnya..

Khourul Huda menjelaskan, komplek pergudangan Kalianak 55 awalnya di miliki oleh pengembang swasta/perorangan. Kemudian sampai sekarang fasilitas umum belum diserahkan ke Pemerintah Kota Surabaya yang menjadi hak dari semua warga. Dan Lahan pergudangan milik warga pun kini telah tersertifikat masing-masing.

Namun karena terjadi carut-marutnya di kawasan Jl Kalianak Barat 55 yang hampir setiap tahun kondisinya rusak dan berlubang di saat musim kemarau. Apalagi di saat musim hujan selalu kebanjiran.

“Pungli di sini sangat besar, tapi kondiai jalan tidak pernah diperbaiki. Dengan banyaknya lubang besar di jalan dan selalu banjir saat musim hujan karena tidak ada drainase pembuangan air,” tambah Lhoirul Huda.

Prolia yang akrab disapa Huda ini mengungkapkan, penarikan parkir yang dilakukan Soeparmanto Cs dengan cara memungutnya di tengah jalan selalu mengakibatkan kemacetan dan keresahan bagi para sopir.

“Para sopir ini sangat resah, dimana pungutan itu selalu dilakukan di tengah jalan, yang berdampak pada kemacetan dan mengganggu pengguna jalan lainnya,” pungkasnya.

Karena itu warga komplek pergudangan kalianak 55 yang tergabung dalam PPK menyatakan pernyataan sikap dalam aksi unjuk rasanya.@rofik

Berikut sembilan pernyataan sikap pengusaha dan sopir pergudangan Kalianak:

1. Mendesak Kepala Dishub Pemerintah Kota Surabaya agar meninjau ulang dan mencabut rekomendasi Nomor 550.21/4615/436.7.14/2021 tertanggal 24 Februari 2021, yang telah di berikan kepada saudara Soeparmanto.

2. Kepada Bapak Walikota Surabaya melalui dinas-dinas terkait agar memeriksa ulang atas keluarnya izin parkir yang sudah dikeluarkan dari dinas perparkiran maupun Dispenda Kota Surabaya

3. Memohon kepada Ibu Kapolres Tanjung perak agar segera ditanggapi atas kegiatan pungutan parkir di tengah-tengah komplek jalan Kalianak

Barat 55, karena sangat menganggu, potensi kemacetan dan ketidaknyamanan para pengguna jalan.

4. Salah satu dasar Dishub Pemerintah Kota Surabaya mengeluarkan perijinan kepada saudara Soeparmanto sebagai penyewa lahan milik PT Karya Kreasi Megah dengan Luas 3000m2 dengan alamat komplek Jl Kalianak Barat 55 A — 55C. Sedangkan pemungutannya tidak dilakukan di tempat PT Karya Kreasi Megah melainkan di tengah jalan komplek pergudangan Jalan Kalianak 55 Kelurahan Genting Kalianak Kecamatan Asemrowo Kota Surabaya sebagai tempat parkir.

5. Gudang gudang yang berada di dalam kawasan tersebut adalah hak milik pribadi, seluruh armada parkir di halaman atau gudang kami sendiri dan tidak menggunakan badan jalan sebagai tempat parkir.

6. Dengan adanya pemungutan parkir tersebut, menganggu transportasi dan stabilitas perekonomian perusahaan, karena jumlah armada kami yang tidak sedikit dan keluar masuk kawasan komplek pergudangan Ji Kalianak 55 surabaya dan berulang kali dalam sehari.

7. Kami para pemilik gudang telah melakukan perbaikan atas jalan, saluran air, dengan biaya Swasembada di komplek pergudangan Jl Kalianak 55 Surabaya.

8. Kami memiliki gudang di kawasan komplek pergudangan Kalianak 55 sudah bertahun-tahun dan mempunyai sertifikat masing masing.

9. Kepada semua rekan rekan media baik cetak maupun elektronik dan online untuk turut serta menggontrol sesuai dengan kebijakan jurnalis.

Dalam aksi yang dilakukan PPK dan para sopir itu juga sempat mendapatkan perlawanan dari Soeparmanto Cs. Aksi sempat diwarnai perdebatan dan hampir terjadi bentrokan yang berhasil digagalkan polisi dari Polsek Asemrowo yang dipimpin langsung oleh Kapolsek, Kompol Hary K. Selanjutnya, perwakilan lima orang dari PPK dan lima orang dari pihak penarik karcis parkir pun dipanggil ke Mapolsek Asemrowo untuk dilakukan mediasi.