LENSAINDONESIA.COM: Pemerintah pusat ikut turun tangan mengatasi bencana gempa bumi yang melanda sejumlah wilayah di Jatim pada Sabtu 10 April 2021.

Hal ini ditegaskan Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Letjen TNI Doni Monardo saat melakukan kunjungan ke lokasi bencana di Kecamatan Ampel Gading, Kabupaten Malang, Minggu (11/04/2021).

Pemerintah memberikan bantuan khusus bagi para korban yang rumahnya rusak. Nilainya sebesar Rp 50 juta untuk rumah kategori rusak berat, Rp 24 juta kategori rusak sedang dan Rp 10 juta kategori rusak ringan.

Bantuan tersebut diluar biaya pengerjaannya. Sedangkan fasilitas umum dan fasilitas sosial yang terdampak akan ditangani oleh Kementerian PUPR.

Sementara, Pemerintah Provinsi Jawa Timur menerima bantuan dana siap pakai dari pemerintah pusat melalui BNPB RI sebesar Rp 1 miliar dalam rangka percepatan penanganan bencana gempa bumi yang melanda wilayah Malang dan sekitarnya.

Menindaklanjuti perhatian yang diberikan oleh pemerintah pusat, Gubernur Khofifah menyatakan terima kasih dan siap untuk terus mengawal proses penyaluran kepada masyarakat di wilayah terdampak.

“Kami mengucapkan terima kasih atas bantuan yang diberikan Pemerintah Pusat melalui BNPB. Pemprov Jatim tentunya akan terus berupaya semaksimal mungkin untuk meringankan beban para pengungsi dan korban gempa,” ungkap Gubernur Khofifah.

Turut dijelaskan bahwa bantuan senilai Rp 1 miliar tersebut diperuntukkan sebagai biaya operasional untuk Dapur Umum Lapangan yang tersebar di Kabupaten Malang dan Kabupaten Lumajang. Untuk itu, dirinya juga menyebut bahwa bantuan ini akan sangat membantu dalam proses penanganganan kebencanaan saat tanggap darurat seperti saat ini.

“Pemprov Jatim telah bergerak cepat utamanya dalam penyaluran bantuan dan mengkoordinasikan dengan pihak terkait. Baik bersama Forkopimda Jawa Timur, pamkab/pemkot terdampak, BPBD, Tagana serta relawan lainnya,” tutur Gubernur Khofifah.

Saat ini sedang dimaksimalkan infentarisasi dan identifikasi data pemilik rumah, bangunan fasum (fasiliras umum) dan fasos (fasilitas sosial) yang terdampak serta divalidasi oleh tim yang dikordinasikan oleh bupati. Data tersebut hendaknya diumumkan di balai desa atau tempat pengungsian agar segera terverifikasi sehingga pengerjaannya bisa lebih cepat.


Gubernur Khofifah dan Kepala BNPB Doni Monardo menunjungi korban gempa bumi di Malang, Minggu (11/04/2021).

Selanjutnya, guna mempercepat agar terhindar dari kluster pengungsi COVID-19 maka BNPB juga menyiapkan bantuan tunggu hunian sebesar Rp 500 ribu perbulan per rumah tangga agar digunakan untuk sewa tempat tinggal sambil menunggu pembangunan rumah selesai.

Masih dalam kesempatan yang sama, Kepala BNPB Doni Monardo turut memuji langkah dan respon cepat dari Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa dalam mengkoordinir seluruh pihak menangani masyarakat dan korban pasca gempa bumi yang terjadi di Malang berkeluatan 6.1 magnitudo.

“Kami menyampaikan terima kasih kepada Ibu Gubernur yang telah mengkoordinir seluruh lembaga yang ada sehingga penanganannya cepat sekali,” tutur Doni Monardo.

Doni Monardo menyebutkan langkah dan arahan yang dilakukan oleh Gubernur Khofifah bersama jajarannya sudah tepat dan sesuai sehingga bisa membawa dampak yang baik bagi penanganan bencana gempa yang terjadi.

“Kami juga memberikan apresiasi kepada Pemprov Jatim yang didukung dari unsur-unsur TNI/Polri dan Badan SAR yang telah sigap memberikan bantuan kepada warga terdampak,” imbuh Doni Monardo.

Dengan adanya kerjasama yang terbangun baik tersebut, Doni Monardo juga berharap agar koordinasi dan kerjasama di tingkat provinsi hingga pusat bisa berjalan dengan baik.@sarifa/adv