LENSAINDONESIA.COM: Wali Kota Malang, Sutiaji mendorong peran Dasawisma menguatkan urban farming selama masa pandemi COVID-19.

Menurut Sutiaji, orientasi urban farming bukan semata memanfaatkan lahan sempit untuk bercocok tanam, namun lebih dari itu pertanian di lingkungan rumah ini juga bertujuan untuk ketahanan pangan.

“Urban farming itu orientasinya tidak hanya menanam lahan yang kecil menjadi ketahanan pangan. Tapi keamanan pangan juga,” jelas Sutiaji merespon upaya Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (Dispangtan) Kota Malang yang akan menggelar Lomba Urban Farming Kategori Dasawisma Kelurahan di Kota Malang, Senin (12/04/2021).

Makanya, Sutiaji mengapresiasi keterlibatan Dasawisma dalam lomba tersebut. Menurutnya, kontribusi serta peran aktif Dasawisma bakal mampu mendorong gerakan Urban Farming di lingkungan masyarakat mulai dari unit kelompok terkecil.

“Kenapa Dasawisma, karena orientasinya tadi.  Ini adalah kepesertaan dari Ibu, pemberdayaan dari Ibu-Ibu. Itu akan sangat luar biasa,” ujar orang nomor satu di Kota Malang itu.

Diakui dia, bila di Kota Malang lahan pertanian sangat terbatas. Keterbatasan lahan pertanian itu memantik Pemerintah Kota Malang untuk terus berkonsentrasi menguatkan ketahanan dan keamanan pangan.

Urban farming itu sendiri diyakini bisa menjadi salah satu terobosan untuk pemenuhan ketahanan dan keamanan pangan di Kota Malang.

“Untuk itu  Urban Farming ini, bisa menjadi sesuatu sekali dalam hidup dan kehidupan kita. Karena kita bisa memanfaatkan lahan yang ada dis sekitaran kita semua,” ungkap  Wali Kota yang akrab disapa Sam Aji ini.

Berdasar logika tersebut, Sam Aji optimistis, lomba Urban Farming Kategori Dasawisma Kelurahan Tingkat Kota Malang ini akan sangat bermanfaat. Terutama tentang inovasi pemanfaatan lahan pekarangan serta pemahaman mengenai teknik urban farming.

Karena itu dia berharap lomba urban farming di setiap kelurahan di Kota Malang berkembang pesat. Sehingga bisa meningkatkan ketahanan dan keamanan pangan.@aji