LENSAINDONESIA.COM: Wali Kota Malang Sutiaji menginstruksikan pada semua Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemkot Malang untuk meningkatkan peran Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) dalam pengadaan barang dan jasa.

Sutiaji menegaskan, instruksi itu wajib dilakukan demi meningkatkan peran dan memberdayakan UMKM.

“Kita berdayakan UMKM. Harus lebih memaksimalkan UMKM terdekat yang ada,” katanya dalam acara Sosialisasi Implementasi Tugas dan kewenangan PP/KPA sesuai Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 12 Tahun 2021 dan Permendagri No. 77 Tahun 2020 di Akasia Ballroom Hotel Savana Malang, Senin (12/04/2021).

Untuk itu Sutiaji meminta Dinas Koperasi, Perindustrian dan Perdagangan (Diskopindag) Kota Malang untuk menguatkan UMKM.

“PR besar ada di Diskopindag, satu menginventarisir jumlah UMKM. Kedua kita kurasi UMKM dan ketiga tugas dari kita memasukkan UMKM itu ke aplikasi,” kata pria yang akrab disapa Sam Aji ini.

“Saya butuh saat ini ada percepatan. Hari ini ada masalah, sore sudah ada solusinya apa. Penggeraknya itu kepala perangkat daerahnya,” tegasnya

Sutiajji menyampaikan bahwa Perpres Nomor 12 tahun 2021 yang berlaku sejak 2 Februari 2021 Ini membuka Peluang UMKM dan Koperasi mengikuti Pengadaan Pemerintah Hingga Rp 15 Miliar.

Sejalan dengan itu, Walikota Malang juga sudah membuat Surat Edaran (SE) no 5 tahun 2021 pada tanggal 8 Februari 2021 tentang Prioritaskan Penggunaan Produk UMKM serta pelaku ekonomi kreatif dalam pengadaan barang dan jasa.

Dalam Perpres Nomor 12 tahun 2021 baru tersebut, pemerintah menaikkan batasan paket pengadaan untuk usaha mikro dan usaha kecil menjadi enam kali lipat dari nilai sebelumnya yang hanya Rp2,5 miliar.

“Penekanannya adalah keharusan 40 persen harus memakai UMKM, dan ini mendorong kesiapan kita berkaitan dengan UMKM itu” ujar Wali Kota yang juga uatadz itu.

Kepala Bagian Layanan Pengadaan Barang/Jasa R. Widjaja Saleh Putra menyampaikan perubahan yang mendasar dalam Perpres Nomor 12 tahun 2021 ini.

”Perubahan-perubahan ini fokus pada usaha Mikro Kecil dan produk dalam negeri, SDM serta kelembagaan,” ujarnya.@aji