LENSAINDONESIA.COM: Pemerintah Kota Surabaya menerbitkan Surat Edaran (SE) Panduan Pelaksanaan Ibadah dan Penyelenggaraan Ketertiban Umum dan Ketentraman Masyarakat Selama Ramadhan dan Idul Fitri 1442 Hijriyah guna mencegah menekan kasus COVID-19.

Hal ini karena selama bulan ramadhan di masjid atau musholah akan dihadiri banyak jamaah shalat tarawih.

SE bernomor 443/3584/436.8.4/2021 yang ditandatangani Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi pada Selasa 13 April 2021 ini tengah disosialisasikan ke masjid-masjid dan mushola-mushola yang menjadi pusat ibadah Ramadhan.

Terdapat dua hal yang perlu diperhatikan secara betul oleh warga dalam SE tersebut. Pertama terkait panduan ibadah selama Bulan Ramadhan dan Hari Raya Idhul Fitri.

Kedua, adalah terkait panduan penyelenggaraan Ketertiban Umum dan Ketentraman Masyarakat selama Bulan Ramadhan dan Hari Raya Idhul Fitri.

Terkait panduan ibadah, setiap masjid yang menggelar ibadah sholat tarawih selama Ramadhan wajib menjalankan protokol kesehatan ketat. Seperti menggunakan masker, mencuci tangan, serta tidak berkerumun. Masjid-masjid juga dapat menyediakan takjil bagi para jamaah yang akan melakukan buka puasa di masjid.

Kepala Bagian Hubungan Masyarakat Pemkot Surabaya Febriadhitya Prajatara menyampaikan, setiap pengurus masjid diminta untuk membentuk Satuan Tugas (Satgas) yang bertugas untuk memastikan Protokol Kesehatan telah diterapkan oleh para jamaah. Selain juga untuk mengingatkan menegaskan pentingnya disiplin menerapkan Protokol Kesehatan.

Mereka juga diimbau memperhatikan tata cara pembagian takjil agar tidak terjadi kerumunan saat membagikan takjil. “Pengurus masjid atau musala harus mengatur pembagian takjil itu supaya tidak berkerumun dan tidak menyebabkan kerumunan,” jelasnya kepada wartawan, Rabu (14/04/2021).

Sementara dalam pengumpulan Zakat, Infak, dan Shadaqah diutamakan dengan pembayaran secara non tunai. Namun bila terpaksa petugas harus menggunakan sarung tangan dan senantiasa mencuci tangan.

“Kegiatan pengumpulan dan penyaluran zakat, infak, dan shadaqah diharapkan agar dapat menghimbau kepada jamaah untuk berzakat dengan non tunai, tapi kalau tetap dilakukan dengan tunai maka harus memakai sarung tangan serta rutin mencuci tangan,” jela Febri.

Terkait pelaksanaan shalat Idhul Fitri, warga dapat shalat di masjid ataupun dilapangan. Namun penyelenggaraan shalat Idul Fitri juga harus tetap memperhatikan penerapan protokol Kesehatan. Bila terjadi peningkatan kasus COVID-19 di Surabaya, Satgas COVID-19 Surabaya akan terlebih dahulu melakukan evaluasi terlebih dahulu sebelum mempersilahkan warga shalat di masjid ataupun lapangan.

“Kemudian untuk Shalat Idul Fitri 1 Syawal 1442 Hijriyah atau tahun 2021 ini dapat dilaksanakan di masjid atau di lapangan terbuka dengan memperhatikan protokol kesehatan secara ketat. Dan apabila terdapat perkembangan peningkatan kasus COVID-19, maka Satgas COVID-19 Kota Surabaya akan melakukan evaluasi lebih lanjut,” papar Febri.@budi

 

#satgascovid19
#ingatpesanibu
#ingatpesanibupakaimasker
#ingatpesanibujagajarak
#ingatpesanibucucitangan
#pakaimasker
#jagajarak
#jagajarakhindarikerumunan
#cucitangan
#cucitangandengansabun