LENSAINDONESIA.COM: Musyawarah Nasional (Munas) Dewan Pimpinan Pusat Organisasi Angkutan Darat (Organda) menghasilkan 7 rekomendasi khusus kepada pemerintah.

7 rekomendasi yang dihasilkan dalam Munas tanggal 10-12 April 2021 di Jakarta itu salahsatunya terkait dengan kebijakan larangan mudik Lebaran 2021.

Pertama, Munas Organda menghimbau kepada Satgas Penanganan COVID-19 dan Kementerian Kesehatan (Kemenkes), segera memperbaiki data testing dan tracing COVID-19 secepatnya agar dapat menjadi dasar pengambilan keputusan pemerintah, khususnya untuk normalisasi industri transportasi nasional sebagai realisasi aksi pemerintah dalam Pemulihan Ekonomi Nasional.

“(Kedua) Munas DPP Organda meminta kepada pemerintah menghilangkan dualisme kebijakan antara kebijakan kesehatan dan kebijakan ekonomi agar pelaku usaha jasa tranportasi mendapat kepastian berusaha seperti kebijakan mudik,” demikian dikutip dari keterangan resmi DPP Organda, Rabu (14/04/2021).

Ketiga, Munas DPP Organda menghimbau pemerintah agar memberikan paket penunjang perpanjang nafas untuk pelaku transportasi umum jalan melalui bentuk tunjangan dan tidak diskriminatif. Dipastikan tunjangan tersebut untuk angkutan umum jalan berplat kuning.

Keempat, disamping melakukan protokol kesehatan pada angkutan umum, Munas DPP Organda mendorong pemerintah agar memberi bantuan tunai berupa masker dan sembako kepada pengemudi sebagai tenaga kerja yang paling rentan terdampak.

Kelima, Munas DPP Organda menghimbau meminta adanya pertemuan dengan Kementerian Perhubungan, Kemenko Perekonomian dan OJK terkait dengan pembebasan PKB dalam setahun, termasuk penyesuaian tarif tol untuk angkutan umum.

Keenam, Munas DPP Organda meminta larangan mudik ditinjau lebih lanjut, tidak digeneralisasikan agar pemerintah daerah diberikan wewenang membuat kebijakan sesuai zona dan protokol kesehatan yang ketat.

Ketujuh, khusus angkutan barang Munas DPP Organda mendukung zero ODOL dan meminta kepada pemerintah untuk normalisasi hingga 2023

Menurut Ketua Umum DPP Organda Adrianti Djokosoetono, dalam 5 tahun kedepan, unsur keselamatan kepada semua pengguna dan penyelenggara angkutan jalan menjadi harga mati.

“Sementara bagi para penyelenggara angkutan umum di jalan yang belum menjadi anggota Organda segera dapat bersinergi demi angkutan jalan yang sehat, efesien dan berkeselamatan,” ujarnya dalam sambutan sebagai ketua terpilih.@LI-13

 

#satgascovid19
#ingatpesanibu
#ingatpesanibupakaimasker
#ingatpesanibujagajarak
#ingatpesanibucucitangan
#pakaimasker
#jagajarak
#jagajarakhindarikerumunan
#cucitangan
#cucitangandengansabun