Persentase kasus COVID-19 aktif 6,90%, Indonesia lebih baik dibanding global yang masih 17,36%

LENSAINDONESIA.COM: Menteri Koordinator (Menko) Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyampaikan bahwa Penerapan Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat Berbasis Mikro (PPKM Mikro) memberikan kontribusi positif terhadap pengendalian pandemi COVID-19. Bahkan saat ini perkembangan COVID-19 di Indonesia relatif lebih baik dibandingkan global.

“Kebijakan PPKM skala mikro terbukti efektif karena jumlah kasus baru terkonfirmasi COVID-19 menunjukkan tren penurunan kasus hampir di semua provinsi,” ujar Airlangga yang juga merupakan Ketua Komite Penanganan COVID-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPCPEN), dikutip dari laman Kementerian Koordinator (Kemenko) Bidang Perekonomian, Rabu (14/04/2021).

Tren persentase kasus aktif di Indonesia saat ini berada pada 6,90 persen, yang berarti lebih rendah dari global yang masih 17,36 persen.

Bersamaan dengan hal tersebut, tren persentase kesembuhan di Indonesia mencapai 90,40 persen, juga lebih tinggi dari tren kesembuhan global yang berada pada 80,46 persen.

Diungkapkan Airlangga, dalam hal realisasi vaksinasi, Indonesia berada di posisi 9 besar dunia dan termasuk 4 besar dunia dalam hal penyuntikan yang dilakukan oleh negara bukan produsen vaksin. Akselerasi pendistribusian vaksin COVID-19 di Indonesia hingga 13 April 2021 sebanyak 15,6 juta dosis telah disuntikkan.

Terkait pemulihan ekonomi, Ketua KPCPEN mengatakan bahwa kondisi perekonomian nasional juga sudah mulai pulih. Sektor yang berkontribusi besar terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) yaitu industri pengolahan, konstruksi, dan perdagangan, sedangkan beberapa sektor yang masih mampu bertahan dan tumbuh signifikan adalah sektor informasi dan komunikasi (infokom), kesehatan, pertanian, dan jasa pendidikan.

Disampaikan Airlangga, dalam upaya menangani masalah pengangguran di masa pandemi, salah satu upaya yang dilakukan pemerintah adalah dengan menggulirkan Program Kartu Prakerja yang telah memasuki gelombang 16.

Total penerima kumulatif program ini sebanyak lebih dari 8,2 juta orang. “Sejumlah Rp13,39 triliun insentif telah disalurkan pada tahun 2020 dan Rp786 miliar pada tahun 2021,” ungkap Airlangga.@LI-13

#satgascovid19
#ingatpesanibu
#ingatpesanibupakaimasker
#ingatpesanibujagajarak
#ingatpesanibucucitangan
#pakaimasker
#jagajarak
#jagajarakhindarikerumunan
#cucitangan
#cucitangandengansabun

Mohammad Ridwan

Recent Posts

Presiden Jokowi dan Ibu Negara ucapakan selamat Hari Raya Idul Fitri

LENSAINDONESIA.COM: Presiden RI Joko Widodo dan Ibu Negara Iriana Joko Widodo menyampaikan ucapan Hari Raya Idulfitri 1 Syawal 1442 Hijriah…

5 hours ago

India apresiasi bantuan penanganan COVID-19 dari Indonesia

LENSAINDONESIA.COM: Duta Besar (Dubes) India untuk Indonesia Manoj Kumar Bhakti menyampaikan apresiasi atas bantuan hibah Pemerintah RI kepada India untuk…

5 hours ago

Seskab: Pandemi tak hilangkan kesyahduan Hari Idul Fitri

LENSAINDONESIA.COM: Setelah satu bulan penuh menjalankan ibadah puasa Ramadan, umat muslim merayakan kemenangan di Hari Idulfitri, besok Kamis (13/05/2021). Momen…

6 hours ago

Antisipasi COVID-19 masa Lebaran, Wali Kota Malang perketat penyekatan hingga jalur tikus

LENSAINDONESIA.COM: Hasil evaluasi Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan masyarakat skala Mikro (PPKM Mikro) ke VI, kasus COVID-19 di Kota Malang dinyatakan menurun.…

9 hours ago

Lebaran tanpa mudik, masyarakat dihibur film Dear Imamku

LENSAINDONESIA.COM: Memasuki tahun kedua di masa pandemi COVID-19 yang dialami oleh dunia secara global, pada akhirnya mempengaruhi aktivitas dan pola…

10 hours ago

H-1 Lebaran, 507 pekerja migran asal Blitar tiba di Indonesia

LENSAINDONESIA.COM: Para Pekerja Migran (PMI) asal Kabupaten Blitar terus berdatangan di Indonesia pada H-1 Lebaran. Kepala Dinas Tenaga Kerja Kabupaten…

10 hours ago