LENSAINDONESIA.COM: Marketing Gallery Apartemen The Grand yang dibangun dengan tiga menara pengunjungnya mulai melonjak hingga 300 persen.

Hal tersebut disebabkan kawasan Eastlakes di pinggiran selatan timur Sydney ini mulai dilirik berbagai kalangan.

Direktur Penjualan Crown Group, Prisca Edwards mengatakan, lonjakan pengunjung tersebut lantaran pembeli terus mencari apartemen di daerah dengan jaringan infrastruktur kuat.

“Kami yakin lonjakan ini terjadi sebab hampir selesainya bangunan tahap satu dan area ritel, dikombinasikan dengan lebih banyak pergerakan dan aktivitas di sekitar lokasi.” ujar Prisca dalam keterangan resmi yang diterima Lebsaindonesia.com, Kamis (15/04/2021).

Ia menambahkan, mayoritas pembeli datang dari berbagai pinggiran kota di sekitarnya yakni Pagewood, Mascot, Botany, Eastgardens dan Rosebery, dengan berbagai latar belakang.

“Termasuk para pelajar yang ingin tinggal di dekat UNSW hingga keluarga yang ingin downsizing,” tandasnya.

Menurut Prisca, kawasan The Grand milik Crown Group berdesain kontremporer menakjubkan hasil karya arsitek terkenal internasional Francis-Jones Morehen Thorp (fjmt).

“Obyek ini bakal hadir dengan 490 unit apartemen mewah dan akan menjadi pusat kota baru dan hingga 80 restoran, kafe, toko dan supermarket,” terangnya.

Sementara itu, Komisaris dan CEO Crown Group, Iwan Sunito, menuturkan jika The Grand ini sebagai pengembangan hunian tunggal terbesar di kawasan timur, yang menciptakan katalisator paling signifikan untuk pertumbuhan daerah tersebut.

“Karena area Waterloo dan Green Square hampir sepenuhnya berkembang,” ucapnya.

Menurut Iwan, hal ini masih wajar jika area pertumbuhan berikutnya muncul, dan dengan pengembangan apartemen aerta pusat perbelanjaan baru dengan 80 gerai ritel yang akan datang, ini akan memperkuat posisinya sebagai area pertumbuhan berikutnya.

Merujuk laporan perkiraan ritel triwulan terbaru dari Deloitte Access Economics (Q1 2021), Iwan mengutarakan pengeluaran ritel berakhir tahun 2020 dengan catatan kuat dan volume melonjak hngga 6,4% selama setahun hingga kuartal empat.

“Sementara di sektor-sektor yang paling diuntungkan melalui Lockdown Covid-19, seperti ritel barang-barang rumah tangga dan belanja supermarket, kemungkinan akan terhambat pada tahun 2021,” tegas Iwan.@Rel-Licom