LENSAINDONESIA.COM: Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Erick Thohir menyatakan, pemerintah terus berupaya mencari jalan untuk dapat mewujudkan pengadaan vaksin secara mandiri. Hal tersebut untuk mengurangi ketergantungan yang tidak hanya mengandalkan impor vaksin Covid-19.

Erick menjelaskan, pemerintah juga membuka peluang kerjasama vaksin bersama swasta, yang tentunya harus sesuai dengan standar diberikan oleh organisasi kesehatan dunia atau WHO, serta mekanisme yang ada di Indonesia.

“Nah inilah yang kita coba fokuskan di mana targetnya 70 persen masyarakat Indonesia bisa divaksin,” ujar Erick dalam acara MilenialHub 2021, secara virtual Jumat (17/4/2021).

Menurut Ketua Tim Pemulihan Ekonomi dan Penanganan Covid-19 ini, jika program vaksinasi Covid-19 secara nasional bisa dipercepat, maka bisa menjadi game changer bagi Indonesia. Diharapkan bisa mengurangi angka kematian dan penularan Covid-19, serta ekonomi Indonesia bisa bangkit lagi.

“Alhamdulillah kita sudah total vaksinasi ini 16 juta di mana kurang lebih 11 juta vaksinasi pertama yang 6 juta vaksinasi kedua,” terang Erick.

Sementara, Kepala Biologi Molekuler Eijkman, Prof. Amin Subandrio memperkirakan uji klinis fase 1 Vaksin Merah Putih akan dimulai menjelang akhir 2021.

Pasalnya, vaksin Merah Putih ini masih dalam tahap uji praklinis. “Uji klinik fase 1 diperkirakan mulai di kuartal 4 tahun 2021,” ujar Amin, Sabtu (17/4).

Vaksin Merah Putih dalam uji praklinis sudah memasuki tahap akhir. Eijkman saat ini dalam tahap optimalisasi agar produksi vaksin bisa sebaik mungkin.@licom

#satgascovid19
#ingatpesanibu
#ingatpesanibupakaimasker
#ingatpesanibujagajarak
#ingatpesanibucucitangan
#pakaimasker
#jagajarak
#jagajarakhindarikerumunan
#cucitangan
#cucitangandengansabun