LENSAINDONESIA.COM: Terminal Purboyo Kota Madiun kini menghadirkan layanan tes GeNose C-19 bagi masyarakat yang hendak menggunakan moda transportasi bus. Namun fasilitas tes pendeteksian Covid-19 yang dikembangkan oleh Universitas Gadjah Mada (UGM) itu masih diberikan secara terbatas bagi penumpang.

Tes deteksi Covid-19 yang dikembangkan oleh Universitas Gadjah Mada (UGM) tersebut diberlakukan di Terminal Madiun sejak hari Senin (12/4/2021) lalu. Hal ini berdasarkan instruksi dari Direktorat Jenderal Perhubungan Darat, Kementerian Perhubungan guna mencegah peningkatan dan memutus mata rantai penularan virus Corona di Indonesia.

Layanan tes GeNose C-19 ini diberikan secara gratis kepada 10 orang calon penumpang dengan sistem “Random Sampling” atau acak. Dibatasinya pemberian test gratis tersebut dikarenakan kuota test kit yang disediakan oleh pemerintah hanya 150 buah. Diperkirakan test kit tersebut akan habis menjelang Lebaran yang jatuh pada pertengahan bulan Mei 2021 mendatang.

Dari pantauan langsung Lensaindonesia.com di Terminal Madiun, Senin (19/4/2021), tampak beberapa calon penumpang diminta menjalani tes GeNose. Kemudian calon penumpang hanya perlu menunggu beberapa menit, untuk memperoleh hasil tes tersebut.

Untuk informasi, petugas yang melayani fasilitas GeNose C-19 adalah pihak internal terminal yang telah mengikuti proses diklat penggunaan alat GeNose C-19 sesuai standar pengoperasian di Jakarta.

Menurut keterangan Koordinator Satuan Pelayanan (Korsatpel) Terminal Tipe A Purboyo Kota Madiun Suyatno, S.Sos.,MM, selama pemberlakuan tes GeNose C-19 di Terminal Madiun, dalam kurang lebih sepekan ini, tidak didapati adanya calon penumpang yang positif Covid-19.

“Alhamdulillah, sampai saat ini belum ditemukan penumpang yang positif (Covid-19). Tentunya kalau ditemukan, kami arahkan untuk membatalkan perjalanan” ujar Suyatno.

Penumpang yang dinyatakan positif Covid-19 wajib untuk membatalkan perjalanan dan melakukan pemeriksaan medis lebih lanjut. Selain penerapan GeNose C-19, Terminal Purboyo juga menerapkan protokol kesehatan secara ketat, diantaranya pengecekan suhu badan sebelum memasuki area tunggu penumpang.

Mengenai pemberlakuan GeNose C-19 lebih lanjut, pihak Terminal Madiun masih menunggu instruksi selanjutnya dari Direktorat Jenderal Perhubungan Darat.

“Tentunya kita menunggu perintah dari Ditjen (Perhubungan Darat).” pungkas Suyatno. @Limad