LENSAINDONESIA.COM: Ada yang menarik pada Shalat Jumat yang berlangsung di Masjid Nurul Faidzin, Jumat 23 April 2021. Sebab, yang bertindak sebagai khatib khobat di masjid yang berada di Kompleks Kantor Dinas Pendidikan (Dispendik) Kota Surabaya ini ternyata seorang siswa SMP.

Ya, dia adalah Ahmad Firdaus As Sabil, Murid SMP Al-Hikmah.

Firdaus bisa tampil menjadi khatib khobat melalui program yang disusun oleh Dispendik Kota Surabaya. Dimana para pelajar diberi kesempatan untuk mendapatkan pengalaman untuk menjadi khatib dan imam shalat.

Kepala Dispendik Kota Surabaya, Supomo merasa bersyukur dengan adanya program ini, karena siswa diajarKan untuk berani berbicara di depan umum. Selain itu siswa juga diajarkan untuk berbagi ilmu yang mereka miliki, khususnya ilmu agama.

Dirinya meminta sekolah untuk memilih anak didiknya yang memiliki kelebihan untuk dapat menjadi khatib yang akan berkhutbah di masjid-masjid di Surabaya yang saat ini dimulai dengan masjid di Kompleks Dispendik.

Supomo berharap, kedepannya para siswa bisa menjadi anak-anak luar biasa yang cerdas dan memiliki dasar agama yang kuat. Yang tentunya sesuai dengan agama yang dianutnya.

“Kami ingin ke depannya anak-anak ini menjadi anak-anak yang luar biasa, yang cerdas dan berilmu serta mempunyai dasar agama, tentunya sesuai dengan agamanya masing-masing yang mereka yakini. Jadi, saat ini kita dorong masing-masing sekolah untuk memberikan prioritas kepada anak-anak yang punya kelebihan. Sekolah kita minta untuk memilih anak didiknya supaya bisa berkhotbah,” tutur Supomo.

Mantan Kepala Dinas Sosial Kota Surabaya ini mengungkapkan, bahwa program ini sebenarnya sudah dimulai dari beberapa waktu yang lalu. Namun sempat terhenti karena adanya pandemi COVID-19.

“Yang kita harapkan, anak-anak ini benar-benar merasakan pengalaman baru, sehingga ini bisa menjadi titik tolak untuk lebih bersemangat lagi dan lebih giat lagi ke depannya demi kemandiriannya dan kesuksesannya,” terangnya.

Selain program khotbah bagi para pelajar, Supomo juga memastikan bahwa selama Bulan Suci Ramadhan ini pihaknya membuat program kultum dan tadarusan di Masjid Nurul Faidzin itu. Kultum itu disampaikan oleh para pelajar SD dan SMP setelah Salat Dhuhur, dan dilanjutkan pula dengan tadarusan.

“Anak-anak yang khafid Quran yang kita berikan beasiswa, kita ajak ke sini untuk tadarusan, karena kita ingin syiar-syiar islam benar-benar dirasakan saat Ramadhan ini,” ujarnya.@budi