LENSAINDONESIA.COM: Setelah 8 hari penyelidikan dan penyidikan kasus Mahasiswa Stikosa AWS, Zainal Fattah, warga Jl Kalimas Baru 2 Gang Buntu yang dikeroyok hingga tewas, polisi akhirnya mengklaim telah mengamankan 2 tersangka dan memburu 1 lainnya.

Kasat Reskrim Polres Pelabuhan Tanjung Perak, Iptu M Gananta saat dikonfirmasi mengatakan, pihaknya telah memeriksa lebih 7 saksi. Hasilnya, 2 orang ditetapkan tersangka dan 1 orang masih dalam pengejaran. “Ada 7 lebih yang diperiksa. Tapi semuanya gak bisa ngasih keterangan yang mengarah. Saat ini baru dua tersangka yang sudah diamankan dan satu masih dalam pengejaran. Besok dirilis ya,” tuturnya, Selasa (27/4/2021).

Menurutnya alat bukti dan keterangan saksi yang dianggap kurang membuat proses penyelidikan dan penetapan tersangka memakan waktu yang cukup panjang.

Iptu M Gananta juga berpesan, bagi siapapun yang memiliki informasi soal keberadaan pelaku serta mengetahui pasti kronologis kasus ini, bisa diinformasikan ke pihaknya.

“CCTV ya gak ada. Dari bukti video sampai kita nge-zoom ke forensik tetep gak keliatan. Justru kalo ada informasi, silahkan kami diberi tahu. Nanti kami sinkronkan dari beberapa keterangan saksi ya,” pungkasnya.

Sementara sumber dari Lensa Indonesia yang sengaja identitasnya dirahasiakan mengatakan pelaku pengeroyokan yang menyebabkan Zainal Fattah tewas dengan organ dalam terluka paraha minimal ada 5. Masing-masing yakni HS alias GD, RZ, SK, IM dan GF seluruhnya warga Jl Kalimas Baru.

“Iya itu mereka yang melakukan pengeroyokan Mas. Mereka warga kampung sebelah,” tutur sumber yang meminta identitasnya dirahasiakan.

Seperti diberitakan sebelumnya, Zainal Fattah, Mahasiswa semester 4 Stikosa AWS, dikeroyok warga Jl Kalimas Baru 3 pada Senin (19/4/2021).

Warga Jl Kalimas Baru 2 Gang Buntu ini akhirnya tewas akibat luka parah bagian organ dalam setelah dirawat 5 hari di RS Al Irsyad. @wendy