LENSAINDONESIA.COM: Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi meminta warga untuk menunda kegiatan mudik Hari Raya Idul Fitri. Hal ini untuk mengurangi risiko terjadinya peningkatan kasus COVID-19.

Menurut Eri, mudik sangat beresiko menimbulkan kerumuman yang diikuti tidak patuhan terhadap protokol kesehatan.

“Sehingga diharapkan warga tidak (mudik) berbarengan. Kalau berbarengan kan menimbulkan kerumunan massa yang akhirnya lupa menjaga protokol kesehatan,” terangnya usai mangikuti rapat koordinasi virtual bersama Presiden RI Joko Widodo dan kepala Daerah seluruh Indonesia dari Balai Kota Surabaya, Rabu (28/06/2021).

Eri menyatakan pihaknya siap menjalankan 3 instruksi Presiden Jokowi yaitu terkait larangan mudik, menyegerakan belanja modal bagi pemerintah daerah, serta kemudahan dalam perizinan atau investasi.

Berdasarkan data yang diterimanya pada tahun kemarin, setiap terjadi liburan panjang kasus COVID-19 langsung meroker. Bahkan yang lebih mengejutkan angka peningkatan hampir mencapai 100 persen. Sehingga, kata Eri, masyarakat untuk sementara harus kembali menunda keinginannya untuk mudik di musim lebaran tahun ini.

“Tadi sudah disampaikan Pak Presiden terkait mudik. Jadi dari pembelajaran tahun-tahun kemarin setiap liburan panjang itu (pertambahan kasus COVID-19,red) naik terus. Bahkan, sampai dengan 93 persen,” ujar Eri

Eri mengungkapkan bahwa dirinya dan Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkompimda) Kota Surabaya telah berkoordinasi guna memasifkan sosialisasi larangan mudik kepada warga. Sehingga dengan masifnya sosialisasi yang dilakukan, diharapkan warga akan mengurungkan niatnya untuk melakukan mudik di lebaran tahun ini. Bahkan dirinya memprediksi warga yang mudik akan terjadi penurunan, yang awalnya 11 persen menjadi 7 persen.

“Jadi harapan Pak Presiden bagaimana pemerintah daerah ini terus melakukan sosialisasi kepada masyarakat sehingga mengurungkan niatnya,” jelasnya.

Eri berharap, dengan banyaknya warga yang menunda mudik akan dapat mengurangi risiko terjadinya penularan COVID-19.@Budi

 

#satgascovid19
#ingatpesanibu
#ingatpesanibupakaimasker
#ingatpesanibujagajarak
#ingatpesanibucucitangan
#pakaimasker
#jagajarak
#jagajarakhindarikerumunan
#cucitangan
#cucitangandengansabun