LENSAINDONESIA.COM: Ikatan Keluarga Alumni (IKA) Stikosa AWS layangkan surat untuk Polres Pelabuhan Tanjung Perak, agar terus mengusut tuntas kasus pengeroyokan hingga tewas terhadap Zainal Fattah, mahasiswa Stikosa AWS semester 4.

Surat bernomor 06/D/IKA-Stikosa-AWS/IV/2021 ini ditujukan kepada Kapolres Pelabuhan Tanjung Perak, AKBP Ganis Setyaningrum, dan dilayangkan Rabu (28/4/2021) sore.

Dalam surat tersebut ada tiga poin bersifat mendesak polisi lebih profesional menangani kasus tewasnya Zainal Fattah:

1. Mendukung dan mendesak Polres Pelabuhan Tanjung Perak segera menuntaskan penyidikan kasus kematian Zainal Fattah.

2. Menangkap seluruh pelaku penganiayaan yang menewaskan Zainal Fattah.

3. Mengungkap proses hukum secara progresif, transparan dan berkeadilan sesuai komitmen PRESISI Kapolri.

Humas IKA Stikosa AWS, Syarif Waja Bae saat dikonfirmasi mengatakan, surat tersebut ditembuskan kepada Kapolda Jatim Irjen Nico Afinta dan Kabid Humas Polda Jatim, Kombes Gatot Repli Handoko.

“Tembusannya sudah kami sampaikan ke Humas Polda Jatim. Tadi malam pukul 11 sudah diterima Kabid Humas Polda Jatim dan dibalas, kalau pihaknya akan menyampaikan ke Kapolres KP3 dan siap mengawal proses penanganannya,” ujar Syarif.

Menurutnya, pihak IKA Stikosa AWS mengambil sikap setelah menelaah informasi dari media dan rilis yang menyisakan tanda tanya besar.

Pagi ini, Kamis (29/4/2021) pihaknya berencana takziah ke rumah duka korban sambil mencari informasi dari warga yang ada di lokadi saat pengeroyokan terjadi

“Kami juga mencari informasi, karena informasi dari media dan rilis ini ada tanda tanya yang harus kita analisa lebih jauh,” imbuhnya.

Dikonfirmasi terpisah, Bambang Suwito paman korban berharap, polisi dapat bergerak cepat untuk mengungkap seluruh pelaku penganiayaan yang menyebabkan keponakannya tewas.

“Kalo dari pihak keluarga, terutama ibunya meminta kepada kepolisian supaya seluruh pelaku bisa segera ditangkap semua. Sewaktu almarhum Zainal Fattah masih hidup, dia dimintai keterangan dan menyebutkan ada lima pelaku yang ngeroyok dia. Tapi kita tahu sendiri cuma 2 yang diamankan polisi saat ini,” pungkasnya.

Seperti diberitakan Lensa Indonesia sebelumnya, Zainal Fattah warga Jl Kalimas Baru 2 Gang Buntu, dikeroyok warga kampung sebelah saat mencoba meluruskan kasus perkelahian bocah SMP, Senin (19/4/2021).

Korban dihajar menggunakan batu, pot dan kayu balok sehingga organ dalamnya luka parah. Setelah dirawat 5 hari di RS Al Irsyad, Zainal Fattah akhirnya meninggal.

Polisi awalnya sempat mengamankam 3 orang, namun melepasnya dengan dalih hanya sebagai saksi. Setelah 8 hari, akhirnya 2 orang ditetapkan sebagai tersangka dan langsung ditahan. @wendy