LENSAINDONESIA.COM: Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menyebut,akan ada sekitar 14 ribu Pekerja Migran Indonesia (PMI) yang pulang ke Jatim karena habis masa kontraknya. Hal ini disampaikan dalam rapat koordinasi jelang Idul Fitri 1442 H saat pandemi Covid-19.

Khofifah menggandeng seluruh elemen kedinasan guna menyiapkan langkah penanganan dan antisipasi dalam menyambut kembalinya pekerja migran.
Salah satunya menggandeng Rumah Sakit Lapangan (RSL) Kogabwilhan II Surabaya.

Letnan Kolonel Ckm dr. Nugraha Wicaksana selaku Koordinator Pelayanan Umum RSL menjelaskan, akan dibentuk satgas penanganan pekerja migran di Jawa Timur dengan pintu gerbang di Surabaya. Selain itu mekanisme atau alur dari PMI yang masuk ke Surabaya juga akan ditentukan.

Nantinya, para PMI yang pulang ke Jatim harus dikarantina terlebih dahulu di Asrama Haji Sukolilo. Selanjutnya, akan disiapkan personil untuk menjalankan pengambilan specimen swab, dan jadwal piket bergiliran untuk membantu di Asrama Haji.

Sementara untuk tempat pemeriksaan swab PCR akan dilakukan di RS Bhayangkara, RS Brawijaya dan PCR Mobile milik Dinkes kota dengan jadwal hasil pemeriksaan satu hari jadi.

“Bagi yang terkonfirmasi positif Covid-19 akan dikirim ke Rumah Sakit Lapangan Kogabwilhan II Jl Indrapura Surabaya untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut,” jelasnya kemarin.

Selain mempersiapkan tugas khusus penanganan PMI, RSL Kogabwilhan II juga terus meningkatkan performa dan kualitas layanan bagi para pasien Covid-19. Terutama mengantisipasi kemungkinan melonjaknya angka penderita Covid-19 pasca ldul Fitri.

“Pasalnya dari beberapa kali momentum setelah liburan, selalu terjadi kenaikan jumlah penderita Covid-19 termasuk yang MRS dan ditangani oleh RSLI,” ungkapnya.

Dengan adanya langkah antisipasi yang telah disiapkan tersebut, diharapakan dapat mencegah penularan Covid-19 di Jawa Timur.

“Harapannya, semua pihak nantinya bisa berkontribusi dan berperan aktif untuk bersama-sama mengatasi pandemi Covid-19 ini,” pungkasnya. @wendy