LENSAINDONESIA.COM: Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyampaikan dirinya sangat khawatir akan banyak masyarakat yang nekat melakukan mudik menjelang Hari Raya Idul Fitri nanti.

Ia yakin, kasus COVID-19 bisa terkendali bila pemerintah daerah tegas dalam menjalankan aturan larangan mudik Lebaran.

“Saya betul-betul masih khatiwar mengenai mudik di Idul Fitri. Tetapi saya menyakini bila pemerintah daerah dibantu Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopinda) semuanya segera mengatur mengendalikan,” kata Jokowi dalam video yang diunggah YouTube Sekretariat Presiden, Jakarta, Kamis (29/04/2021).

Presiden Jokowi menyampaikan, berdasarkan survei Kementerian Perhubungan (Kemenhub), sekitar 7 persen masyarakat berniat mudik pada Lebaran nanti meski sudah ada aturan yang melarang demi mencegah pandemi COVID-19. Sebelumnya, berdasarkan survei, ada 11 persen masyarakat yang akan mudik. Namun angka tersebut saat ini turun menjadi 7 persen.

“Survei terkait mudik sebelum ada larangan itu 89 juta orang atau sekitar 33 persen, begitu ada larangan mudik turun 11 persen atau 29 juta orang. Begitu kita sosialisasikan larangan mudik turun menjadi 7 persen, tapi angkanya masih besar 18,9 juta orang yang masih akan mudik,” ungkap Jokowi.

Kepala Negara memerintahkan kepala daerah untuk terus menyosialisasikan larangan mudik. Terpenting, tetap menekankan pentingnya penerapan protokol kesehatan yang baik.

“Kita harus disampaikan terus larangan mudik ini agar bisa berkurang lagi. Yang paling penting kita menekankan sekali lagi disiplin yang ketat terhadap protokol kesehatan, kuncinya ada disitu,” ucapnya.

Pemerintah melarang masyarakat melakukan mudik Lebaran 2021, tanpa terkecuali. Aturan ini berlaku sejak 6 hingga 17 Mei 2021.@LI-13

 

#satgascovid19
#ingatpesanibu
#ingatpesanibupakaimasker
#ingatpesanibujagajarak
#ingatpesanibucucitangan
#pakaimasker
#jagajarak
#jagajarakhindarikerumunan
#cucitangan
#cucitangandengansabun