ENSAINDONESIA.COM: Cakupan vaksinasi COVID-19 untuk masyarakat lanjut usia (lansia) di Indonesia masih rendah.

Juru Bicara Vaksin COVID-19 Kementerian Kesehatan (Kemenkes) dr. Siti Nadia Tarmizi, M.Epid menyampaikan, sampai hari ini baru sebanyak 2,5 juta lansia yang telah menerima dosis pertama vaksin COVID-19.

Sementara itu, data Kementerian Kesehatan menunjukkan baru 7 persen lansia atau sekitar 1,5 juta lansia yang menerima dosis kedua.

Karena itu, Kemenkes meminta agar semua pihak di Indonesaia mendukung para lansia agar mendapatkan vaksinasi.

“Untuk lansia selalu kami ingatkan untuk kita semua mendorong, membantu, mengajak para lansia untuk segera mendapatkan vaksinasi karena hingga hari ini baru 2,5 juta lansia yang mendapatkan vaksinasi dosis pertama. Artinya ini baru kurang lebih 12 persen dari target kita sebanyak 21,5 juta,” kata Nadia dalam konferensi pers virtual Kementerian Kesehatan di Jakarta, Jumat (30/04/2021).

Kemenkes telah melakukan berbagai upaya untuk menyukseskan program vaksinasi lansia ini, termasuk melakukan pelayanan pintu ke pintu dengan mendatangi panti-panti. Kemenkes juga bekerja sama dengan swasta dan mendorong aparat desa atau kelurahan untuk menyusun jadwal pelayanan vaksinasi lansia.

Nadia juga memaparkan bahwa pada Maret, tren vaksinasi harian sempat mengalami penurunan. Menurutnya, hal ini merupakan imbas dari terbatasnya stok vaksin untuk bulan April.

“Tetapi kita lihat bahwa tren harian vaksinasi kita masih berkisar antara 300 ribu jadi penurunannya tidak terlalu banyak kemarin kita upayakan 500 ribu per hari,” terangnya.

Kendati demikian, Nadia juga menyampaikan bahwa pada Jumat siang, telah datang stok vaksin Sinovac sebanyak enam juta dosis. Ia menambahkan bahwa Indonesia juga sudah menerima kedatangan vaksin Sinopharm.@LI-13

 

#satgascovid19
#ingatpesanibu
#ingatpesanibupakaimasker
#ingatpesanibujagajarak
#ingatpesanibucucitangan
#pakaimasker
#jagajarak
#jagajarakhindarikerumunan
#cucitangan
#cucitangandengansabun