LENSAINDONESIA.COM: Layanan maksimal diberikan Pemerintah Kota Madiun kepada Pekerja Migran Indonesia (PMI). Melalui Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kota Madiun, Pemkot memfasilitasi penjemputan 2 orang PMI dari masa karantina di Surabaya, Jum’at (30/4/2021).

Penjemputan 2 orang PMI yang telah habis masa kontraknya di Taiwan dan Singapura tersebut, langsung dilakukan oleh Kasie Perencanaan dan Penempatan Tenaga Kerja Dinas Tenaga Kerja kota Madiun Hengky Wahyu Setyo Utomo. W., S.Sos.

Sesampainya di Kota Madiun, kedua PMI dibawa ke Asrama Haji Madiun, dan disambut oleh Kepala Dinas Tenaga Kerja Kota Madiun Agus Mursidi. A.P. Kedua PMI tersebut akan di karantina terlebih dahulu di Asrama Haji selama 3 sampai 5 hari.

Sebelumnya para PMI telah menjalani tes swab dan karantina selama tiga hari di Asrama Haji Surabaya.

“Setelah melewati proses karantina di Surabaya selama 3 hari, kita jemput. Setelah itu kita Swab dan karantina lagi di sini (Asrama Haji Madiun) selama 3 sampai 5 hari,” jelas Agus Mursidi.

Agus Mursidi mengatakan, setelah menjalani tes swab dan hasilnya negatif, serta telah menjalani masa karantina minimal 3 hari, maka mereka diperbolehkan untuk pulang ke rumah masing-masing.

“Prosedurnya memang seperti itu. Setiap PMI harus menjalani karantina terlebih dahulu sebelum akhirnya pulang ke keluarganya,” ujarnya.

Penjemputan PMI hari ini merupakan bentuk tindak lanjut hasil Rapat Koordinasi Penanganan Kedatangan PMI seluruh jajaran Forkopimda di Mapolres kota Madiun beberapa waktu lalu. Hal ini guna menekan angka penyebaran Covid-19 baik varian lama ataupun baru.

Setelah diperbolehkan untuk pulang, PMI diharapkan dapat melakukan isolasi mandiri terlebih dahulu selama 14 hari di rumah masing-masing. @Limad