LENSAINDONESIA.COM: Pemerintah Kabupaten Blitar telah menyiapkan prosedur pemulangan para Pekerja Migran Indonesia (PMI) yang hendak mudik lebaran Idul Fitri 2442 Hijriah ke Biltar.

Upaya ini dilakukan untuk mencegah persebaran virus COVID-19.

Bupati Blitar Rini Syarifah menyampaikan, bahwa saat ini ada 297 orang PMI asal Kabupaten Blitar telah tiba di Bandara Internasional Juanda Surabaya.

“Tercatat 297 PMI asal Kabupaten Blitar telah datang di tanah air melalui Bandara Internasional Juanda, mereka akan menjalani karantia selama dua hari di sana (Juanda). Nanti Dinas Perhubungan akan mengatur penjemputan dan akan di karantina kembali di Kabupaten Blitar selam tiga hari,” jelas Rini di Pendopo Kanigoro, Pemkab Blitar, Sabtu (01/05/2021).

Para PMI itu, kata Bupati Rini, sementara akan ditampung di tempat karantina yang disediakan Pemkab Blitar sebelum dipulangkan ke rumah masing-masing.

“Pemerintah Kabupaten Blitar telah menyediakan dua tempat karantina, yaitu di Hotel Ilhami Ponggok dan Stikes Blitar. Para PMI akan menjalani karantina selama tiga hari, jika hasil tes swab hasilnya non-reaktif baru COVID-19 baru diijinkan pulang ke rumah,” jelasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Blitar Haris Susianto memprediksi jumlah PMI yang pulang terus bertambah sampai batas akhir pengetatan larangan mudik Lebaran.

“Jika data update per 30 April 2021 semalam telah mencapai 297 PMI yang datang. Jika diperkirakan berdasar data tahun kemarin, maka jumlah yang mudik Lebaran 2021 ini sebanyak 450 orang,” sebutnya.

Berdasarkan pengamatan lensaindonesia.com, Minggu (02/05/2021) petugas kesehatan telah berada di Hotel Ilhami yang disiapkan sebagai tempat karantina.

Tampak sejumlah petugas dari Kepolian, TNI dan Satpol PP telah berjaga di lokasi ini.

Y. Ramando petugas dari Dinas Kesehatan Kabupaten Blitar mengatakan, bahwa karantina para PMI ini berbeda dengan karantina pasien COVID-19.

“Para PMI ini sebelum terbang ke tanah air sudah menjalani tes swab, jika hasilnya reaktif COVID-19 tentunya gagal berangkat. Kemudian saat mereka sampai di Bandara Juanda Surabaya juga di-swab lagi, kalau hasilnya reaktif tentumya akan isolasi di sana. Kalau hasilnya non reaktif tetap di selama dua hari baru di jemput untuk pulang ke Blitar. Saat tiba di sini (Blitar) akan di-swab lagi,” jelasnya.

Lebih lanjut, menurut Ramando perlakuan tes berlapis tersebut di harapkan bisa memberi kenyamanan saat pars PMI tiba di rumah bergaul dengan keluarga dan masyarakat.

“Sebelum sampai rumah para PMI sudah melakukan 3 kali SWAB, seharusnya sudah aman dari virus COVID-19, namun demikian selama di rumah protokol kesehatan harus tetap dijaga,” pungkasnya.@Sams

 

#satgascovid19
#ingatpesanibu
#ingatpesanibupakaimasker
#ingatpesanibujagajarak
#ingatpesanibucucitangan
#pakaimasker
#jagajarak
#jagajarakhindarikerumunan
#cucitangan
#cucitangandengansabun