LENSAINDONESIA.COM: Lima orang oknum polisi dari Satreskoba Polrestabes Surabaya dan 3 warga sipil ditangkap DIV Paminal Mabes Polri atas penyalahgunaan Narkotika di Hotel Midtown pada Kamis 28 April 2021 lalu. Mereka adalah Iptu EJ, Iptu IM, Aipda AP, Brigadir S, Brigadir PS, kemudian CC, D dan IS yang merupakan warga sipil.

Penangkapan oknum polisi dari Satreskoba ini masih menjadi ‘rasan-rasan’ atau pembicaraan kalangan advokat. Hal ini karena EJ, satu dari dua perwira yang turut ditangkap tersebut dikenal sebagai ‘pemain’.

Beberapa advokat membenarkan, bahwa EJ diketahui kerap jebakan terhadap calon tersangka bahkan menambahi barang bukti. “Waduh dia memang pemain, bahkan sering menjebak calon tersangkanya,” ujar RH salah satu advokat.

Pengacara yang bernaung di Persatuan Advokat Indonesia (Peradi) ini mengungkapkan, bahwa dirinya penah menjadi kuasa hukum pihak yang ditetapkan menjadi tersangka kasus narkoba akibat kena ‘jebakan’. “Klien saya ada yang tidak tahu apa-apa, tapi ditemukan sabu. Ada juga barang buktinya ditambah. Wah pokoknya parahlah,” ujarnya.

Hal serupa juga diungkapkan advokat berinisal DS yang mengaku menjadi pengacara beberapa tersangka yang barang buktinya tiba-tiba bertambah dan tidak sesuai fakta. “Beberapa klien saya mengeluh karena dipaksa mengakui barang bukti narkoba yang bukan miliknya,” ungkapnya.

DS juga mengatakan, dikalangan rekan advokatnya, EJ juga terkenal sebagai ‘pemain’ dengan harga sangat tinggi. “Di kalangan teman-teman itu kalau lagi melakukan pendampingan klien, bahasanya suruh siapkan yang banyak,” pungkasnya sambil geleng kepala.

Seperti diberitakan sebelumnya, DIV Paminal Mabes Polri menangkap 5 orang oknum polisi dari Satreskoba Polrestabes Surabaya dan 3 warga sipil yang diduga melakukan pesta narkoba jenis sabu di Hotel Midtown Surabaya pada Kamis 28 April 2021.

Dalam penangkapan tersebut, Tim DIV Paminal Mabes Polri juga menemukan barang bukti narkona jenis sabu seberat 27,4 gram, 8 butir happy five dan 1 butir Ineks.@rofik