LENSAINDONESIA.COM: Unit Reskrim Polsek Bubutan, Surabaya, memberikan tindakan tegas terhadap dua residivis Curanmor, dengan timah panas. Masing-masing M Suhartono (31) warga Jl Tambakasri Bunga Rantai III
dan Moch Franoi Pradana (21) warga Jl Kalianak Timur.

Petugas terpaksa memberi hadiah timah panas, karena tersangka melawan saat akan diamankan.

Kanit Reskrim Polsek Bubutan AKP Oloan Manullang mengatakan, kedua tersangka telah melakukan aksi Curanmor dikawasan Jl Pahlawan DKA dan Jl Sulung V.

“Setelah mengumpulkan bukti-bukti hasil penyelidikan dan rekaman cctv, kami melakukan pengejaran terhadap kedua tersangka. Kami berhasil melacak mereka saat berada di kawasan Jl Gresik, Surabaya,” terang AKP Oloan.

Tersangka Hartono yang mengetahui kedatangan petugas, berusaha melakukan perlawanan dan mengabaikan peringatan petugas sehingga dilakukan tindakan tegas.

“Saat akan kami sergap, tersangka SH ini berusaha menyerang anggota meski sudah diberi tembakan peringatan. Terpaksa kami beri tindakan tegas keras dan terukur dengan tembakan di kaki,” tambahnya.

Sementara rekannya Franoi Pranada sempat berusaha melarikan diri. Namun langkahnya terhenti setelah timah panas bersarang di betisnya. “FP ini juga berusaha melarikan diri, dan kami terpaksa hentikan secara paksa dengan tembakan di kaki,” tambah AKP Oloan.

Di hadapan penyidik Polsek Bubutan, keduanya mengaku pernah mendekam di Lapas Klas I, Medaeng pada tahun 2018 lalu dalam kasus yang sama. “Kami kenal di dalam Lapas. Setelah di luar, kami bertemu lagi dan beraksi,” ungkap Suhartono.

Dari tangan tersangka, petugas menyita varang bukti 1 kunci T, 1 tas dan 1 unit motor Yamaha Vega silver L 5645 CS yang digunakan sebagai sarana saat beraksi.

Guna mempertanggungjawabkan perbuatannya, keduanya dijerat pasal 363 KUHP dan diancam pidana selama 7 tahun penjara. @rofik