LENSAINDONESIA.COM: Panas matahari siang kemarin, tak sepanas pembahasan tentang logo baru “Madiun Kota Pendekar” belakangan ini. Sebuah logo yang baru saja diresmikan oleh Pemerintah Kota Madiun menuai polemik, terutama dari kalangan warganet Kota Madiun di media sosial (medsos).

Agus Purwowidagdo. (Foto: Limad)

Berbincang secara khusus di kantornya yang berada di Jalan Udowo No. 7 Kota Madiun, dengan hangat Kepala Dinas Kebudayaan, Pariwisata, Kepemudaan dan Olahraga (Disbudparpora) Kota Madiun Agus Purwowidagdo, S.Sos., MM. memberi keterangan kepada Lensaindonesia.com perihal logo baru tersebut, Senin (3/5/2021).

“Ini menjadi bahan introspeksi bagi kita semua dari Disbudparpora, untuk senantiasa meningkatkan kreativitas,” ujar Agus.

Agus menjelaskan, sebelum melaunching logo tersebut, Disbudparpora telah berkomunikasi dengan para tokoh Pencak Silat yang ada di Kota Madiun. Selanjutnya hasil komunikasi itu, dikolaborasikan dengan ide tim kreatif desain Disbudparpora.

Menurutnya, logo yang menunjukkan filosofi jurus 5 Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) tersebut, lebih menekankan pada makna ‘Welcome’. Posisi tangan yang terbuka menggambarkan bahwa Kota Madiun selalu terbuka bagi semua kalangan, dan siap menjadi tuan rumah yang baik. Hal ini sangat mendukung program Pemkot Madiun yang tengah menggencarkan sektor pariwisata.

“Untuk meningkatkan kepariwisataan, kota Madiun ‘Welcome’ kepada siapa saja,” ucapnya

Agus juga menuturkan, pilihan warna baju dan celana serta penggunaan ‘udeng’ untuk lebih menampilkan sisi kebudayaan di Kota Madiun. Selain itu, agar kesan pendekar yang garang, mampu terurai menjadi lebih humanis, melalui logo tersebut.

“Bagaimana membuat image pencak silat yang dianggap garang, menjadi lebih familiar dan welcome,” kata mantan Camat Manguharjo itu.

Mengenai banyaknya yang meminta pengkajian ulang, bahkan membatalkan logo tersebut menjadi city branding Kota Pendekar. Agus mengaku, Disbudparpora siap menerima saran dan masukan dari masyarakat.

“Untuk masukan dan saran, monggo disampaikan secara langsung kesini (kantor Disbudparpora) dan diskusi, atau melalui media sosial Disbudparpora,” tegas Agus mempersilakan.

Agus juga menambahkan, dalam waktu dekat, Disbudparpora akan menyelenggarakan Sarasehan Budaya guna mengkaji ulang logo city branding Madiun Kota Pendekar. Pada kesempatan tersebut, tim kreatif Disbudparpora akan mensosialisasikan makna dari logo yang telah rilis di Ngrowo Bening Edupark, Jumat (30/4/2021) lalu.

Pada acara yang sedianya akan diadakan pada akhir Mei mendatang itu, Disbudparpora tetap akan menerima masukan yang disampaikan oleh masyarakat, sebagai upaya memperbaiki kekurangan yang ada dan tercipta produk city branding yang sempurna untuk Kota Madiun. Selain itu, Disbudparpora tidak menutup kemungkinan akan mengadakan seleksi pemilihan desain logo Madiun Kota Pendekar, yang bisa diikuti oleh warga Kota Madiun. @Limad