LENSAINDONESIA.COM: Jelang Hari Raya Idul Fitri 1442 H/ 2021 M, Polres Madiun Kota menggelar Rapat Koordinasi Lintas Sektoral dalam rangka Kesiapan Operasi Ketupat Semeru 2021 di Gedung Bhara Mahkota, Senin (3/5/2021) pagi.

Hadir dalam kegiatan tersebut, Wakil Walikota Madiun Inda Raya AMS, SE., MIB., jajaran Forkopimda kota Madiun, OPD, perwakilan dari Perusahaan Umum Daerah, serta perusahaan swasta di Kota Madiun.

Dalam sambutannya, Kapolres Madiun Kota AKBP Dewa Putu Eka Darmawan, S.I.K., M.H. menjelaskan, larangan mudik merupakan upaya untuk menekan dan memutus rantai penyebaran virus Covid-19, serta demi kelancaran pada lalu lintas jalur arteri, tempat wisata dan tempat ibadah.

“Bukan mudiknya yang dilarang, tapi efeknya yang dihindari,” ujar Dewa Putu.

Pada hari sebelumnya, Polres Madiun Kota telah melakukan ‘Zoom Meeting’ dengan Satgas Covid-19 Pusat yang menyatakan bahwa saat ini grafik korban virus Corona berada di titik ‘Stagnansi’. Dimana hal itu bisa menjadi penyebab munculnya gelombang kedua varian Covid-19.

Hal ini berkaca pada kasus tsunami Covid-19 yang terjadi di India. Negara terpadat ke-2 di Dunia tersebut mendeklarasikan berhasil menekan angka Covid-19 pada bulan Februari, kemudian melonggarkan protokol kesehatan. Namun, pada akhirnya justru menjadi indikator lonjakan korban Covid-19 gelombang kedua.

Sementara itu, Pemkot Madiun mendukung penuh keputusan pemerintah mengenai larangan Mudik Lebaran 2021 dengan menyediakan “tempat isolasi angker” di eks Rumah Tahanan Militer (RTM), jalan Ahmad Yani, Kota Madiun.

“Pemerintah ki sampe koyok ngene lo, dicepaki ngene ki. Mosok gak wedi? (Pemerintah sampai seperti ini lho, disediakan ini (eks. RTM), apa tidak takut?),” Ucap Wakil Walikota Madiun Inda Raya.

Orang nomor dua di Kota Madiun tersebut menghimbau kepada seluruh peserta Rakor Lintas Sektoral tersebut, untuk bisa menjadi Duta atau Ambassador dalam menyampaikan larangan mudik tahun ini kepada masyarakat.

Terkait kesiapan Polres Madiun Kota untuk Operasi Ketupat 2021, AKP Herlinarto, SE., MM., Kepala Bagian Operasi sekaligus mediator rapat memaparkan, Polres Madiun Kota telah mendirikan pos di beberapa titik di wilayah hukum Polres Madiun Kota, yaitu Pos 902 PG.Rejo Agung, Pos Mancaan, dan Pos 903 Te’an.

“Kekuatan personil untuk pengamanan pemudik, total sekitar 186 personil yang dibagi di 3 Pos Penyekatan. Selain itu, Pos penyekatan juga akan dilengkapi dengan sarana dan prasarana, terdiri dari tongkat Polri, Borgol, Senter Lalu Lintas, Rompi Polri, HT, Megaphone, Meja Kursi, dan Panel Data,” papar Herlinarto. @Limad