LENSAINDONESIA.COM: Salah satu kewajiban pemilik kendaraan bermotor adalah membayar pajak tahunan dan 5 tahunan.

Tarif pajak tahunan wajib dibayarkan setiap 1 tahun sekali, sedangkan pajak 5 tahunan hanya dilakukan 5 tahun sekali. Saat melakukan pembayaran pajak 5 tahunan, akan dilakukan penggantian plat nomor kendaraan.

Besarnya tarif pajak setiap kendaraan berbeda – beda, tergantung dengan tahun produksi, dan wilayah asal kendaraan.

Berikut tabel tarif pajak di beberapa wilayah Indonesia:

WilayahTarif Pajak Kendaraan (Kepemilikan 1)
Jakarta2%
Jawa Barat1,75%
Jawa Tengah1,5%
Jawa Timur1,5%

Di Indonesia masih banyak masyarakat yang mengalami keterlambatan membayar pajak. Padahal keterlambatan membayar pajak akan menyebabkan pemilik kendaraan membayar tarif pajak lebih mahal. Semakin lama Anda menunda membayar pajak, maka semakin tinggi tarif pajak yang harus dibayarkan.

Selain lama waktu penguluran pembayaran tarif pajak, tinggi rendahnya tarif pajak yang diberikan didasarkan pada tarif PKB (Pajak Kendaraan Bermotor).

Denda pajak kendaraan baik roda 2 atau roda 4 akan diberikan saat Anda terlambat membayar pajak lebih dari satu hari. Jika Anda hanya terlambat 1 hari masih belum dikenakan tarif denda pajak.

Bagi Anda yang terlambat membayar pajak lebih dari 1 hari, maka Anda akan terkena tarif denda pajak seperti 1 bulan, karena hitungan denda pajak bukan perhari tetapi perbulan. Perhitungan denda pajak kendaraan 25% pertahun.

Cara Menghitung Denda Pajak Mobil

1. Tarif Denda Pajak 1 Hari = 1 Bulan = Tarif PKB x 25% x 1/12

2. Tarif Denda Pajak 3 Bulan = Tarif PKB x 25% x 3/12

3. Tarif Denda Pajak 6 Bulan = Tarif PKB x 25% x 6/12

4. Tarif Denda Pajak 12 Bulan = Tarif PKB x 25% x 12/12

5. Ditambah tarif denda SWDKLLJ Mobil Rp. 100.000

Contoh :

Pak Adi mengalami keterlambatan membayar pajak selama 6 Bulan. Tarif PKB mobil Toyota Avanza Pak Adi Rp. 2.700.000. Berapakah tarif pajak kendaraan yang harus dibayarkan oleh Pak Adi?

Denda Pajak 6 Bulan = Tarif PKB x 25% x 6/12

= Rp. 2.700.000 x 25% x 6/12

= Rp. 337.000

Total Denda = Denda Pajak 6 Bulan + Denda SWDKLLJ Mobil

= Rp. 337.000 + Rp. 100.000

= Rp. 437.000

Tarif pajak kendaraan yang harus dibayarkan Pak Adi :

= Total Denda + SWDKLLJ Mobil + PKB

= Rp. 437.000 + Rp. 143.000 + Rp. 2.700.000

= Rp. 3.280.000

Jumlah maksimal tarif denda pajak yang diberikan kepada pemilik kendaraan adalah 24 bulan atau 2 tahun dengan total denda 48%.

Bagi Anda yang mengalami keterlambatan membayar pajak lebih dari batas maksimal, Anda harus melakukan pembayaran langsung di Kantor Samsat Pusat.

Namun, perhitungan manual seperti diatas cukup membingungkan Kita. Nah, untuk solusinya Anda bisa mengunjungi pemerintahkota.com.

 

Apa itu Pemerintahkota.com?

https://pemerintahkota.com/ adalah website yang banyak memberikan banyak layanan bagi para pengunjungnya. Di website tersebut pengunjung bisa menghitung tarif denda pajak mobil melalui Kalkulator Denda Pajak Mobil secara gratis. Selain itu, di laman tersebut juga banyak informasi mengenai tarif pajak kendaraan sesuai tahun produksi dan tipenya.

Cara Menghitung Denda Pajak Mobil Di Pemerintahkota.com

1. Buka website pemerintahkota.com

2. Pilih menu “Cek Pajak” > “Kalkulator Denda Pajak”

3. Jika Anda ingin menghitung tarif denda pajak mobil, gunakan Kalkulator Denda Pajak Mobil

4. Masukkan tarif PKB mobil, dan lama waktu keterlambatan membayar pajak, kemudian secara langsung akan muncul tarif pajak kendaraan yang harus dibayarkan.

Tips Terhindar Dari Denda Pajak

1. Cek waktu jatuh tempo pembayaran pajak

2. Sisihkan uang untuk digunakan membayar tarif pajak

3. Lakukan pembayaran pajak tepat waktu, atau beberapa hari sebelum tanggal jatuh tempo.