LENSAINDONESIA.COM: Hawa dingin dan kabut tipis tak menyurutkan kesigapan para petugas memberhentikan dan memeriksa sejumlah kendaraan roda dua dan roda empat yang melintas di Cemoro Sewu, Kecamatan Plaosan, Kabupaten Magetan.

Tampak puluhan mobil dan motor yang bukan ber-plat nomor AE, diputarbalikkan oleh petugas gabungan dari Polres Magetan, TNI, Satpol PP, Dinas Perhubungan, dan sejumlah institusi terkait, Kamis (6/5/2021). Barikade berwarna orange yang kontras dengan hijaunya alam Gunung Lawu, seolah memberi perintah tegas bagi siapapun yang melihatnya untuk berhenti.

Inilah pemandangan di hari pertama masa penerapan pelarangan mudik Idul Fitri 1442 H / 2021 di perbatasan Provinsi Jawa Timur dan Jawa Tengah tersebut. Dari informasi yang dihimpun langsung Lensaindonesia.com di lokasi, petugas dari Satlantas Polres Magetan telah bersiaga dan melakukan penyekatan sejak pukul 00.00 WIB dini hari.

“Cemoro Sewu ini adalah titik utama penyekatan, karena berbatasan langsung dengan Jawa Tengah,” ujar Kapolres Magetan AKBP Festo Ari Permana saat meninjau lokasi.

Di depan awak media, orang nomor satu di jajaran Kepolisian Resort Magetan tersebut memaparkan, ada tiga titik lokasi penyekatan di wilayah hukum Polres Magetan, yaitu di Cemoro Sewu, Parang, dan Poncol. Untuk titik penyekatan di Parang dan Poncol, karena berbatasan langsung dengan Wonogiri, Jawa Tengah.

“Semua titik penyekatan berbatasan langsung dengan Jawa Tengah,” kata AKBP Festo. “Dan kesemuanya dijaga ketat oleh petugas selama 24 jam,” tambahnya.

Mantan Kasubdit IV Ditreskrimum Polda Jatim tersebut juga menuturkan, kendaraan roda dua maupun roda empat dengan plat nomor luar daerah, akan menjadi sasaran petugas untuk diputar balik.

“Sasarannya adalah kendaraan bernopol selain AE. Kita akan periksa surat tugasnya dan hasil tes Covid-19,” pungkasnya.

Hembusan angin dingin Cemoro Sewu seakan berkata, “Kembalilah dan jangan mudik dulu. Akan kusampaikan salam sayangmu kepada mereka disana,”. @Limad