LENSAINDONESIA.COM: Larangan mudik resmi diberlakukan sejak Kamis (6/5/2021). Namun warga Surabaya dan pemudik tak perlu takut karena ada sejumlah hal yang diizinkan bisa keluar masuk Surabaya.

Dalam Peraturan Menteri Perhubungan (Permenhub) Nomor 13 Tahun 2021 tentang Pengendalian Transportasi Selama Masa Idul Fitri 1442 H, disebutkan sejumlah kriteria yang diperbolehkan berpindah rayon satu ke rayon lainnya.

Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Surabaya, Irvan Wahyudrajad menyampaikan, ada beberapa catatan yang harus diperhatikan. Bila itu Aparatur Sipil Negara (ASN) TNI, Polri, BUMN dan BUMD maka harus dapat menunjukkan surat tugas saat hendak berpindah rayon.

“Harus disertai dengan surat tugas dari, minimal eselon dua atau pimpinan tertinggi,” ujarnya saat di Bundaran Waru.

Sementara Kasatlantas Polrestabes Surabaya, AKBP Teddy Chandra, menjelaskan bagi pegawai swasta dari luar rayon yang hendak keluar-masuk di Surabaya harus membawa surat tugas, minimal ID Card maupun KTP.

Nantinya kendaraan yang tergolong dalam kategori pekerja, akan diberikan stiker khusus yang bertuliskan ‘Diizinkan Beroperasi di Surabaya’

Setelah kendaraan mendapatkan stiker tersebut tak akan diperiksa lagi petugas penjaga posko. Mereka langsung boleh meneruskan perjalanan masuk ke Surabaya. “Taging ini akan memudahkan petugas untuk mengidentifikasi keluar masuknya warga khususnya kategori pekerja,” ucapnya.

Selain itu perjalanan darurat lainnya seperti orang yang akan melahirkan, berkunjung kepada sanak saudara yang tengah dilanda duka, diperbolehkan asal ada surat ijin SIKM dari RT/RW setempat. Namun itu hanya untuk satu kali perjalanan saja. @wendy