LENSAINDONESIA.COM: Berhasil meraih juara pertama dalam Lomba Kebersihan Makam yang diadakan oleh Pemerintah Kota melalui Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Perkim) Kota Madiun dengan total hadiah 10 juta rupiah, tak membuat pengurus Makam Selo dan pihak Kelurahan Kanigoro, Kecamatan Kartoharjo, berpuas diri.

Pihak Kelurahan Kanigoro sangat mendukung upaya dan inovasi pengurus makam, untuk terus melakukan berbagai perbaikan dan peningkatan fasilitas makam. Seperti yang diungkapkan Lurah Desa Kanigoro, Sunarto bahwa dalam waktu dekat area makam akan dipasang ‘Paving’.

“Dari kelurahan (Kanigoro) akan mengusulkan untuk pembangunan paving melalui Musrenbangkel (Musyawarah Perencanaan Pembangunan Kelurahan),” ujar Sunarto kepada Lensaindonesia.com, Rabu (5/5/2021) siang.

Pemasangan paving tersebut nantinya akan memudahkan pemakaman yang memerlukan prosesi upacara penghormatan atau untuk memungkinkan mobil ambulance bisa masuk ke dalam area makam.

Sebagai informasi, sebelumnya semua pengelolaan dan perawatan fasilitas makam menggunakan dana yang diperoleh pengurus, dari hasil setiap proses pemakaman ataupun dari kontribusi pengunjung makam. Jadi anggaran yang digunakan murni dari kepengurusan makam.

Ketua Pengurus Makam Selo, H. Achmad Boyadi memiliki gagasan cemerlang, untuk mengubah imej makam yang seram menjadi tempat wisata Swafoto yang ‘friendly’, dengan menanam berbagai bunga dan Tanaman Obat Keluarga (Toga), ternyata justru memberi manfaat bagi warga sekitar makam Selo.

Pasalnya warga bebas memetik hasil Toga untuk digunakan secara pribadi. Selain itu, mereka juga memelihara burung dara sejumlah sekitar 14 ekor dan beberapa ekor bebek.

Makna penanaman bunga selain untuk memperindah kawasan makam Selo, namun juga sebagai bentuk apresiasi terhadap keluarga dari jenasah-jenasah yang dikebumikan di makam tersebut.

“Bunga untuk menambah kebanggaan bahwa keluarganya mendapat penghargaan,” pungkas Achmad Boyadi. @Limad