LENSAINDONESIA.COM: Wali Kota Malang, Sutiaji bersama jajaran Forkopimda meresmikan pendirian Kampung Qoryah Sakinah di kawasan RW 7, Kelurahan Tanjungrejo, Kota Malang, Kamis (06/05/2021). Kampung Qoryah Sakinah ini merupakan inisiasi Kementerian Agama (Kemenag) Kota Malang.

Sutiaji sangat mengapresiasi program Kampung Qoryah Sakinah karena turut aktif membantu pembangunan di wilayahnya, utamanya adalam menyejahterakan dan memberdayakan masyarakat.

“Pembangunan secara sosial ini dibutuhkan warga Kota Malang. Utamanya bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR),” tutur Sutiaji.

Di lokasi ini, Wali Kota Sutiaji bersama Forkopimda serta Kepala Kemenag Kota Malang Muhtar Hazawawi berkeliling memberikan bantuan secara simbolis kepada warga sekitar.

Bantuan untuk kampung binaan dengan total sekitar Rp 280 juta yang diwujudkan dalam bentuk non tunai seperti 10 rombong untuk berjualan, 300 paket sembako, alat menjahit hingga fasilitas penunjang ditempat ibadah dan santunan anak yatim piatu.

“Sebanarnya kalau bantuan fisik itu siapapun bisa melakukan. Akan tetapi kalau sudah ditetapkan sebagai Qoryah Sakinah, tanggungjawabnya adalah bagaimana masyarakat itu diberikan literasi dan edukasi bahwa Tuhan tidak pernah diskriminasi kepada hambanya,” ujarnya.

Apalagi, lanjut Sutiaji, penguatan keyakinan bahwa masyarakat harus bangkit dan hidup dengan baik merupakan suatu kebutuhan yang perlu ditingkatkan melalui sosialisasi literasi.

“Kita punya banyak pengalaman ya. Di Kampung Topeng misalnya juga seperti ini. Tapi sudah menjadi komitmen, apalagi mulai 2019 sudah dilakukan inventarisasi dan kita berkolaborasi dengan perguruan tinggi memberikan edukasi kepada masyarakat,” ungkapnya.

Sementara itu, Kepala Kantor Kemenag Kota Makang, Muhtar Hazawawi menyebutkan, Kampung Qoryah Sakinah sendiri dibentuk sebagai perwujudan nyata fungsi dari Kemenag untuk masyarakat. Kemenag sendiri melakukan pembinaan kepada masyarakat tidak hanya agama saja, tapi juga pendidikannya.

“Kemenag memiliki dua fungsi, yakni fungsi agama dan fungsi pendidikan. Dari ini sebenarnya kita ingin hadir di tengah masyarakat langsung sebagai tindak nyata kita yang benar-benar bisa dirasakan masyarakat,” ungkapnya.@aji