LENSAINDONESIA.COM: Keputusan Pemerintah Pusat terkait Larangan mudik Hari Raya Idul Fitri 1442 H/ 2021 M mendapat didukung penuh dari Pemerintah Kota (Pemkot) Madiun. Dukungan tersebut direalisasikan dengan pemberlakuan pos-pos penyekatan di tiga titik lokasi Kota Madiun, yaitu Pos 902 PG.Rejo Agung, Pos Mancaan, dan Pos 903 Te’an. Penyekatan tersebut untuk pemudik yang nekat pulang kampung ke Kota Madiun.

Selain melakukan penyekatan, pada Rapat Koordinasi Lintas Sektoral dalam rangka Kesiapan Operasi Ketupat Semeru 2021, Senin (3/5/2021) lalu, Kapolres Madiun Kota AKBP Dewa Putu Eka Darmawan juga menghimbau Kelurahan, RT dan RW untuk selalu mengawasi, guna mengantisipasi adanya pendatang atau warga yang mudik ke wilayahnya.

Menyikapi himbauan Kapolres Madiun Kota tersebut, Andriyono, Kepala Seksi Keamanan Kelurahan Tawangrejo, Kecamatan Kartoharjo, Kota Madiun mengatakan, pihak Kelurahan Tawangrejo sudah mempersiapkan upaya antisipasi adanya pendatang atau warga yang mudik di wilayahnya.

“Untuk antisipasi pemudik atau pendatang di Kelurahan Tawangrejo, kami sudah membuat laporan warga pendatang dari tahun 2020,” ujar Andriyono kepada Lensaindonesia.com, Rabu (5/5/2021). “Selain itu, kami juga sudah membentuk tim satgas untuk mengawasi,” tambahnya.

Untuk memperketat pendataan pemudik maupun pendatang, Kelurahan Tawangrejo menginstruksikan kepada para Ketua RT untuk menyetorkan laporan warga pendatang seminggu sekali. Hal ini dimaksudkan supaya ketua RT dan warga Kelurahan Tawangrejo dapat bersinergi untuk melakukan monitoring pemudik yang nekat.

Andriyono juga menambahkan, untuk penjagaan pada malam hari, warga bergiliran menjalankan ronda bersama Satgas Covid-19 Kelurahan Tawangrejo. @Limad