LENSAINDONESIA.COM: Sempat mandek selama dua tahun, Penyidik Unit Resmob Satreskrim Polrestabes Surabaya akhirnya melimpahkan berkas perkara kasus penyekapan dengan tersangka Citra Permana ke Kejaksaan Negeri Surabaya pada Kamis 5 Mei 2021.

Adanya pelimpahan tahap I perkara penyekapan terhadap korban Atik Surani yang dilakukan tersangka Citra Permana tersebut disampaikan oleh Kasat Reskrim Polrestabes Surabaya, AKBP Oki Ahadian.

“Berkas Perkara tersnagka Citra Permana sudah kami limpahkan ke Kejaksaan,” terang AKBP Oki, Jumat (06/05/202).

Mantan Kasubdit Jatanras Ditreskrimum Polda Jatim ini menjelaskan lebih lanjut, setelah dirinyan mengetahui adanya berkas yang sempat mandek tersebut, langsung meminta penyidik kembali melakukan gelar perkara.

“Kami meminta penyidik untuk melakukan penyidikan perkara tersebut, setelah melakaukan pemeriksaan terhadap tersangka dan berkas dinyakan lengkap, langsung kami limpahkan (Tahap I) ke kejaksaan,” tambahnya.

Atas pelimpahan tahap I tersebut, Oki menjelaskan pihaknya masih menunggu petunjuk dari Jaksa penyidik. “Setelah dilimpahkan, kami masih menunggu dari kejaksaan untuk tahap selanjutnya,” pungkasnya.

Kasus dugaan penyekapan ini bermula saat Atik Surani yang bekerja sebagai pegawai di Toko Cat UD Karya Baru di Jalan Dukuh Surabaya dituduh uang hasil penjualan cat.

Oleh pemilik Toko yaitu Citra Permana, Atik diminta mengganti sejumlah uang. Jumlahnya, sesuai dengan hasil audit yang dilakukan Citra Permana sendiri.

Atik yang bingung kemudian, waktu untuk berdiskusi dengan keluarganya yang ada di Sukoharjo, Jawa Tengah.

Saat itu, Atik diijinkan pulang ke Sukoharjo. Namun, saat Atik tiba di Stasiun Balapan Solo, Citra Permana bersama sopir dan seorang yang diduga oknum polisi mendatanginya lalu membawa kembali Atik ke Surabaya. Atik kemudian disekap selama beberapa hari rumah kosong milik tersangka di Jl Dharma Husada I/20.

Peristiwa penyekapan itu lalu dilaporkan ke polisi oleh adik kandung Atik, Prasetyo Nugroho.

Prasetyo Nugroho melaporkan kejadian penyekapan itu ke Polda Jatim dengan Laporan Polisi nomor: LPB/275/IV//2019/UM/JATIM tentang dugaan tindak pidana penyekapan sebagaimana diatur dalam Pasal 333 KUHP, tentang merampas kemerdekaan orang lain.

Atas laporan tersebut, pada 17 Mei 2019, Unit Resmob Satreskrim Polrestabes Surabaya, mengeluarkan surat perintah penyidikan dengan nomor: SP-Sidik/327/V/Tes 1.11/2019/Satreskrim.@rofik